MANADOPOST.ID—Pelaksanaan Hari Persatuan Remaja (HPR) Sinode GMIM Tahun 2026 di Wilayah Kalawat Raya berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Salah satu mata lomba yang mencuri perhatian adalah Lomba Pidato Bahasa Indonesia Kategori Taruna yang digelar di GMIM Moria Kolongan, Wilayah Kalawat II.
Sejak awal hari pertama, suasana gereja sudah dipenuhi peserta, official, hingga pendamping jemaat. Tercatat 74 peserta ambil bagian dalam lomba ini. Jumlah tersebut menjadi bukti tingginya semangat remaja GMIM untuk berkompetisi sekaligus mengasah kemampuan berbicara di depan publik.
Tidak hanya peserta yang tampil penuh percaya diri, kesiapan panitia lokal pun menuai apresiasi. Penataan ruangan, dekorasi panggung, hingga pengaturan teknis lomba dipersiapkan secara matang untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran kegiatan. Nuansa kebersamaan dan pelayanan terasa kuat sepanjang pelaksanaan lomba.
Ketua Panitia Lokal, Pnt. Michael Reagen Siwu S.Kel, mengungkapkan seluruh panitia telah bekerja sesuai pembagian tugas masing-masing. Menurutnya, koordinasi menjadi kunci agar kegiatan dapat berjalan tertib dan terarah.
“Sejak awal kami menekankan pentingnya tanggung jawab dan kerja sama. Setiap panitia sudah memahami peran dan tugasnya masing-masing. Kami ingin memastikan pelaksanaan lomba ini berlangsung lancar, tertib, dan memberikan pengalaman yang baik bagi peserta maupun official,” ujarnya.
Ia menambahkan, lomba pidato bukan sekadar ajang adu kemampuan berbicara, melainkan juga wadah pembentukan karakter remaja gereja. Melalui penyampaian gagasan dan pesan yang dibawakan, nilai-nilai iman, kepercayaan diri, serta kedewasaan berpikir diuji dan diasah.
“Kami berharap para peserta tidak hanya mengejar juara, tetapi benar-benar menampilkan karakter remaja yang takut akan Tuhan. Dari kegiatan seperti inilah kita bisa melihat potensi generasi muda GMIM sebagai fondasi gereja di masa depan,” tambahnya.
Meski waktu persiapan terbilang relatif singkat, dukungan penuh dari jemaat dan kolaborasi panitia menjadi kekuatan utama. Fokus pada detail teknis, mulai dari tata panggung, sistem suara, hingga penataan dekorasi terus dimatangkan agar mampu menunjang penampilan peserta secara maksimal.
Panitia juga menargetkan pelaksanaan lomba berjalan adil dan profesional. Transparansi penilaian serta kenyamanan seluruh pihak menjadi perhatian utama, sehingga setiap peserta dapat tampil optimal tanpa beban.
Baginya, Semarak Lomba Pidato Bahasa Indonesia Kategori Taruna di GMIM Moria Kolongan menjadi gambaran kuat bahwa HPR GMIM 2026 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum pemersatu remaja gereja. “Dari mimbar pidato itu, lahir keberanian, gagasan, dan komitmen iman yang diharapkan terus bertumbuh dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Olehnya, rasa terimakasih disampaikan kepada semua pihak atas dukungan hingga bantuan yang diberikan. “Semua karena perkenan Tuhan. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan BPMS, BPMW, BPMJ hingga komisi-komisi remaja yang ada. Pelayanan ini adalah semata-mata untuk Kemuliaan Nama Tuhan Yesus Kristus. Tuhan memberkati,” tandasnya. (jen)
Editor : Angel Rumeen