Syalom,
Seringkali terjadi dalam kehidupan doa kita begitu samar dalam mengungkapkan isi hati.
Sebaliknya Doa Daniel menyampaikan permohonannya begitu tegas, ia mengakui dosa bangsanya: “Kami telah berbuat dosa dan salah” (Daniel 9:5).
Kemudian ia menyampaikan permintaannya: “Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya” (ay. 17).
Daniel merasa leluasa mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Allah.
Allah menghargai keberanian kita, ketika kita datang kepada-Nya dengan hati yang penuh pertobatan.
Jadi, beranilah mendoakan isi hati Saudara, dan percayakanlah semuanya kepada Allah yang penuh dengan kasih sayang.
Amin.