RHK GMIM Selasa 24 Februari 2026
Mazmur 130:4
(4) Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Menurut berbagai pandangan, bahwa tujuan pengampunan berorientasi pada diri sendiri dan orang lain.
Misalnya penelitian oleh Woringthon (2005) menunjukkan bahwa pengampunan berkontribusi pada peningkatan harga diri dan kepuasan hidup dan dalam teori Attachment (bowlby, 1969) pengampunan membantu membangun kembali kepercayaan dan kedekatan emosional untuk hubungan yang sehat serta model pengampunan Enright (2001) pengampunan dapat meningkatkan empati dan kedewasaaan emosional.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman hari ini, mengajarkan kita bahwa pengampunan tidka hanya bertujuan untuk kepuasan hidup, membangun kepercayaan dan kedekatan emosional, meningkatkan empati dan kedewasaan emosional.
Tetapi supaya umat takut akan Tuhan Allah.
Tujuan pengampunan adalah memperbaiki relasi dengan-Nya agar dipulihkan sehingga hidup memuliakan-Nya.
Tujuan pengampunan pada dasarnya adalah membuat orang yang diampuni dan lebih taat serta setia kepada Tuhan Allah yang berkenan mengampuni.
Sehingga akan membuat pribadi, keluarga dan orang lain merasakan damai sejahtera.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kita adalah orang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus, sehingga yakin bahwa kita telah diampuni oleh-Nya.
Dosa-dosa seisi keluarga kita telah ditebus oleh-Nya, pelanggaran kita telah diampuninya.
Kendati pengampunan telah kita terima, namun tidak boleh pasif hanya menerima.
Tetapi harus secara aktif nampak dan berdampak dalam perbuatan dengan memperbaiki diri, menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi saluran berkat Tuhan Allah bagi orang lain yang dilandasi atas takut akan Dia.
Kita percaya bahwa dengan pengampunan yang Tuhan Allah berikan, maka ada pemulihan dalam kehidupan pribadi dan keluarga, sehingga kita ada di dalam damai sejahtera yang bersumber daripada-Nya.
Kita tidak perlu terintimidasi atas kesalahan-kesalahan di masa lalu, karena Tuhan Allah Penebus sudah mengampuni sehingga memungkinkan terciptanya syalom. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, kami percaya segala kesalahan dalam keluarga kami sudah diampuni oleh-Mu. Tolonglah kami untuk mensyukuri pengampunan-Mu dengan taat dan setia kepada-Mu. Tolonglah supaya kami juga boleh hidup dalam damai sejahtera agar menjadi kesaksian bagi orang lain. Sehingga orang lain juga dapat mengalami pengampunan dan pemulihan dari-Mu serta bersikap takut akan Engkau lalu melakukan firman-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin
Baca Juga: RHK GMIM Senin 23 Februari 2026, Mazmur 130:3 Tuhan Allah Tidak Selalu Ingat Kesalahan Kita
Editor : Aprilia Sahari