Efesus 2:14 "Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan."
Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan.
Merubuhkan tembok perseteruan mengahrgai perbedaan, kerja sama suka gotong royong, mengutamakan kepentingan bersama, toleransi dan keharmonisan, rela berkorban, rasa persaudaraan dan kekeluargaan.
Tuhan Yesus telah menjadi teladan dari semua nya.
Tapi ada orang yang menyukai perseteruan, suka melihat orang menderita, suka mengambil keun- tungan dari penderitaan orang.
Efesus sebuah kota yang maju, mempunyai gereja yang sangat besar, dan gereja ini dibangun dengan cinta dan kasih, tiada ada perebutan jabatan, tidak ada perseteruan yang ada jabatan tangan, dan cinta kasih satu dan lainnya, gereja ini maju pada jaman itu.
Tapi akibat kemajuan jaman dan banyak ajaran-ajaran yang memaksakan segala sesuatu mengikuti perkembangan jaman, mulai timbul perselisihan, merasa paling benar dan paling layak, tidak lagi bersatu dan saling menghargai, maka dalam perkembangannya gereja ini menjadi reruntuhan.
Merubuhkan Luo Melepaskan kunci.
Membuka tali, kain kafan, merombak tembok, merubuhkan tembok, menghancurkan tembok.
Menghentikan permusuhan, meniadakan peperangan, membatalkan perseter- uan. Kita hentikan permusuhan.
Tembok Berlin dirobohkan masa pada tahun 1989. Tembok Berlin menjadi pemisah Jerman Timur dan barat, tidak bisa saling berkunjung, tidak bisa saling menolong.
Jika seorang mencoba menerobos maka akan di tembak.
Tapi ketika dirobohkan maka ada kasih antara jeman barat dan timur.
Mereka saling Tembok Pemisah, dinding pemisah, partisi untuk mencegah pertemuan. Maka ini harus dirobohkan supaya ada kasih yang bisa dibagikan. Amin (*)
Editor : Deiby Rotinsulu