Saudari-saudari yang dikasihi Tuhan, khususnya ibu-ibu W/KI GMIM, kehidupan seorang perempuan sering dipenuhi dengan banyak tanggung jawab.
Seorang ibu memikirkan keluarga, anak-anak, suami, pekerjaan rumah tangga, bahkan juga pelayanan di gereja dan masyarakat.
Dalam kesibukan itu, kadang-kadang hati kita bisa menjadi lelah, bahkan tanpa disadari kita mulai menjauh dari Tuhan.
Ada saat-saat dalam hidup ketika seseorang merasa bersalah, kecewa pada diri sendiri, atau merasa tidak layak lagi datang kepada Tuhan.
Ada juga orang yang merasa terlalu sibuk sehingga hubungan dengan Tuhan menjadi kurang diperhatikan.
Namun firman Tuhan hari ini menyampaikan kabar yang sangat indah. Melalui Kitab Yesaya 44:21–28, Tuhan berkata kepada umat-Nya:
“Kembalilah kepada-Ku sebab Aku telah menebus engkau.”
Ini adalah panggilan kasih dari Tuhan. Tuhan tidak memanggil kita dengan kemarahan, tetapi dengan kasih.
Tuhan ingin agar umat-Nya kembali kepada-Nya karena Dia telah menyelamatkan dan menebus mereka.
Tema ini sangat relevan bagi kehidupan kita saat ini. Tuhan mengundang setiap kita untuk kembali hidup dekat dengan-Nya, karena kita adalah milik Tuhan.
Baca Juga: Materi Khotbah Yesaya 44:21–28, Kembalilah Kepada-Ku Sebab Aku Telah Menebus Engkau
Baca Juga: Renungan Yesaya 44:21–28, Kembalilah Kepada-Ku Sebab Aku Telah Menebus Engkau
Saudari-saudari yang dikasihi Tuhan,
Kitab Yesaya ditulis oleh nabi Yesaya, seorang nabi yang dipakai Tuhan untuk menyampaikan firman kepada bangsa Israel.
Pada waktu itu bangsa Israel sedang berada dalam masa yang sulit. Mereka sering meninggalkan Tuhan dan mengikuti penyembahan berhala.
Karena ketidaktaatan itu, mereka mengalami penderitaan dan pembuangan ke negeri asing.
Namun Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Melalui nabi Yesaya, Tuhan menyampaikan pesan pengharapan. Tuhan berjanji bahwa Ia akan memulihkan umat-Nya dan membawa mereka kembali.
Tema utama dari bagian ini adalah kasih Tuhan yang menebus dan memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya.
Tuhan mengingatkan bahwa umat-Nya adalah milik-Nya dan bahwa Dia telah menghapus dosa mereka.
Bagi kita saat ini, firman ini juga menjadi pengingat bahwa Tuhan selalu membuka pintu bagi orang yang ingin kembali kepada-Nya.
Pembahasan Ayat Per Ayat
Ayat 21
“Tetapi engkau, hai Yakub, ingatlah akan hal itu…”
Pada ayat ini Tuhan mengingatkan umat-Nya bahwa mereka adalah hamba Tuhan. Mereka adalah umat pilihan yang telah dibentuk oleh Tuhan.
Tuhan berkata bahwa mereka tidak akan dilupakan.
Ini menunjukkan kasih Tuhan yang sangat besar. Walaupun umat-Nya sering jatuh dalam dosa, Tuhan tetap mengingat mereka.
Bagi ibu-ibu saat ini, firman ini menjadi penguatan bahwa Tuhan mengenal setiap kita.
Tuhan tahu pergumulan kita sebagai seorang ibu, sebagai seorang istri, dan sebagai seorang perempuan yang menjalani banyak tanggung jawab.
Sering kali kita merasa tidak diperhatikan atau tidak dihargai oleh orang lain. Namun Tuhan berkata bahwa kita tidak pernah dilupakan oleh-Nya.
Ayat 22
“Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut…”
Ayat ini berbicara tentang pengampunan Tuhan.
Tuhan menggambarkan dosa manusia seperti kabut yang hilang ketika matahari bersinar.
Artinya Tuhan benar-benar menghapus dosa umat-Nya.
Dalam iman Kristen kita percaya bahwa pengampunan ini digenapi melalui karya keselamatan Yesus Kristus yang menebus manusia dari dosa.
Bagi setiap orang percaya, ini adalah kabar yang sangat indah. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi Tuhan untuk diampuni jika kita datang kepada-Nya dengan hati yang sungguh-sungguh.
Ayat 23
“Bersorak-sorailah, hai langit…”
Ayat ini menunjukkan bahwa keselamatan adalah karya Tuhan yang sangat besar.
Seluruh ciptaan digambarkan bersukacita karena Tuhan menebus umat-Nya.
Ini menunjukkan bahwa karya keselamatan Tuhan bukanlah hal yang kecil, tetapi sesuatu yang luar biasa.
Ketika seseorang kembali kepada Tuhan, itu adalah sukacita besar di hadapan Tuhan.
Ayat 24
“Akulah TUHAN yang menjadikan segala sesuatu…”
Tuhan menegaskan bahwa Dia adalah pencipta langit dan bumi.
Tidak ada yang dapat menandingi kuasa Tuhan.
Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan yang menciptakan dunia juga memegang kehidupan kita.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi banyak masalah: masalah keluarga, kesehatan, ekonomi, atau relasi dengan orang lain.
Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu.
Ayat 25
“Tuhan menggagalkan tanda-tanda para pembohong…”
Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan membela kebenaran.
Di dunia ini banyak hal yang tidak benar: kebohongan, ketidakadilan, dan kejahatan.
Namun Tuhan tidak membiarkan semuanya itu berlangsung selamanya. Tuhan pada akhirnya akan menegakkan kebenaran.
Ini memberikan pengharapan bagi umat Tuhan untuk tetap hidup dalam kebenaran.
Ayat 26
“Tuhan meneguhkan firman hamba-Nya…”
Tuhan adalah Tuhan yang setia pada janji-Nya.
Apa yang Tuhan katakan pasti terjadi.
Karena itu umat Tuhan dapat hidup dengan pengharapan.
Bagi keluarga Kristen, janji Tuhan adalah dasar kekuatan dalam menghadapi masa depan.
Ayat 27–28
Pada bagian ini Tuhan bahkan menyebut nama seorang pemimpin bernama Koresh.
Koresh adalah raja Persia yang kemudian dipakai Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari pembuangan.
Ini menunjukkan bahwa Tuhan bekerja melalui sejarah dan bahkan melalui pemimpin bangsa-bangsa untuk menggenapi rencana-Nya.
Tuhan dapat memakai siapa saja untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Penutup
Saudari-saudari W/KI yang dikasihi Tuhan,
Tema firman Tuhan hari ini adalah sebuah panggilan kasih dari Tuhan kepada setiap kita:
“Kembalilah kepada-Ku sebab Aku telah menebus engkau.”
Tuhan tidak berkata, “Datanglah kepada-Ku karena engkau sudah sempurna.”
Tuhan juga tidak berkata, “Datanglah kepada-Ku jika hidupmu sudah benar.”
Tuhan berkata, “Kembalilah.”
Artinya Tuhan memanggil setiap orang yang mungkin sedang lelah, yang mungkin sedang bergumul, bahkan yang mungkin merasa jauh dari Tuhan.
Sebagai seorang ibu dan perempuan, kita sering memikul banyak beban kehidupan. Kita memikirkan keluarga, anak-anak, ekonomi rumah tangga, kesehatan, bahkan pelayanan di gereja.
Kadang-kadang dalam kesibukan itu kita lupa menjaga hubungan kita dengan Tuhan.
Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu membuka jalan untuk kembali kepada-Nya.
Tuhan sudah menebus kita. Tuhan sudah mengampuni kita. Tuhan tidak pernah menutup pintu bagi orang yang ingin kembali kepada-Nya.
Karena itu firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk melakukan beberapa hal penting dalam kehidupan kita.
1. Kembali membangun hubungan pribadi dengan Tuhan
Hubungan dengan Tuhan tidak bisa digantikan oleh kesibukan pelayanan atau aktivitas lain.
Kita perlu meluangkan waktu untuk berdoa, membaca firman Tuhan, dan merenungkan kasih Tuhan.
2. Hidup sebagai perempuan yang telah ditebus
Jika Tuhan telah menebus kita, maka hidup kita seharusnya mencerminkan kasih Tuhan.
Kita dipanggil untuk hidup dalam kesabaran, pengampunan, dan kasih kepada sesama.
3. Menjadi teladan iman dalam keluarga
Seorang ibu memiliki pengaruh besar dalam kehidupan anak-anak.
Iman seorang ibu sering menjadi dasar iman bagi seluruh keluarga.
4. Tetap setia dalam persekutuan
Persekutuan seperti W/KI adalah tempat kita saling menguatkan dan saling menopang dalam iman.
Melalui persekutuan kita belajar untuk bertumbuh bersama.
5. Percaya bahwa Tuhan masih bekerja dalam hidup kita
Walaupun hidup tidak selalu mudah, Tuhan tetap memegang kendali atas kehidupan kita.
Saudari-saudari yang dikasihi Tuhan,
Tuhan tidak pernah berhenti memanggil kita.
Tidak peduli seberapa jauh kita pernah berjalan dari Tuhan, pintu Tuhan selalu terbuka bagi kita.
Hari ini Tuhan berkata kepada kita:
“Kembalilah kepada-Ku.”
Mari kita kembali kepada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh.
Mari kita memperbarui iman kita.
Mari kita hidup sebagai perempuan yang telah ditebus oleh Tuhan.
Dan ketika kita hidup dekat dengan Tuhan, kita akan merasakan damai sejahtera yang sejati, kekuatan dalam menghadapi pergumulan hidup, serta sukacita dalam menjalani panggilan kita sebagai ibu, istri, dan pelayan Tuhan.
Kiranya firman Tuhan ini menguatkan iman kita dan menolong kita untuk terus berjalan bersama Tuhan setiap hari.
Amin.
Editor : Clavel Lukas