Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sabda Bina Pemuda, GPIB, Rabu, 11 Maret 2026, Mazmur 77:12-13 Tuhan Selalu Ada Dalam Masa Mudaku

Alfianne Lumantow • Selasa, 10 Maret 2026 | 12:31 WIB

Logo GPIB.
Logo GPIB.

Pembacaan Alkitab: Mazmur 77:12–13
Tema: TUHAN SELALU ADA DALAM MASA MUDAKU

“Seseorang tidak bisa putus asa terlalu lama bila ia mengingat bagaimana Tuhan telah bekerja untuknya di masa lalu.” – Charles Spurgeon

“Aku hendak menuturkan segala pekerjaan-Mu dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.” (Mazmur 77:13)

Saudara-saudara pemuda yang dikasihi Tuhan, masa muda sering disebut sebagai masa yang penuh warna. Ada banyak pengalaman, harapan, mimpi, dan rencana yang kita bangun di masa ini.

Namun pada saat yang sama, masa muda juga sering dipenuhi dengan berbagai pergumulan. Ada tekanan dari lingkungan, tantangan dalam pergaulan, masalah dalam keluarga, kegagalan dalam pendidikan atau pekerjaan, bahkan pergumulan dalam hati yang tidak selalu bisa kita ceritakan kepada orang lain.

Tidak jarang anak muda merasa sendirian dalam menghadapi semua itu. Ketika masalah datang bertubi-tubi, kita bisa merasa putus asa, kehilangan semangat, bahkan mulai mempertanyakan di mana Tuhan dalam kehidupan kita. Apakah Tuhan masih peduli? Apakah Tuhan masih menyertai hidup kita?

Mazmur 77:12–13 memberikan penghiburan yang sangat kuat bagi kita. Pemazmur mengajarkan satu sikap iman yang penting: mengingat dan merenungkan perbuatan-perbuatan Tuhan dalam hidup kita. Ia berkata, “Aku hendak menuturkan segala pekerjaan-Mu dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.”

Melalui firman ini kita diingatkan bahwa Tuhan selalu ada dalam masa muda kita, bahkan ketika kita tidak menyadarinya.

Masa muda penuh dengan pengaruh pergaulan

Saudara-saudara pemuda, tidak bisa dipungkiri bahwa pergaulan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan anak muda. Kita hidup di tengah lingkungan yang terus berubah, di mana berbagai nilai dan gaya hidup ditawarkan setiap hari.

Pergaulan bisa membawa dampak yang sangat baik, tetapi juga bisa membawa dampak yang buruk. Pergaulan yang baik akan menolong kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Teman-teman yang baik akan saling mendoakan, saling menguatkan, dan saling mendorong untuk melakukan hal-hal yang benar.

Namun sebaliknya, pergaulan yang tidak sehat dapat membawa kita pada jalan yang salah. Ada teman yang mungkin mengajak kita melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Ada lingkungan yang mendorong kita untuk mengikuti gaya hidup yang jauh dari nilai-nilai iman.

Di masa muda, kita sering ingin diterima oleh lingkungan. Kita tidak ingin dianggap berbeda. Karena itu, kadang-kadang kita tergoda untuk mengikuti arus meskipun kita tahu bahwa hal itu tidak benar.

Di tengah situasi seperti ini, kita perlu menyadari satu hal penting: Tuhan tetap hadir dalam kehidupan kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan ketika kita sedang menghadapi pergumulan dalam pergaulan.

Pemazmur mengingat kebaikan Tuhan di masa lalu

Mazmur 77 ditulis dalam situasi yang tidak mudah. Pemazmur sedang mengalami pergumulan yang berat. Ia merasa sedih, kecewa, bahkan mungkin merasa seolah Tuhan jauh darinya.

Namun yang menarik adalah bagaimana pemazmur merespons keadaan itu. Ia tidak terus-menerus tenggelam dalam kesedihan. Ia memilih untuk mengingat kembali semua kebaikan Tuhan yang pernah ia alami.

Ia berkata, “Aku hendak menuturkan segala pekerjaan-Mu dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.”

Ini adalah sikap iman yang luar biasa. Pemazmur tidak membiarkan keadaan saat ini menentukan imannya. Sebaliknya, ia melihat kembali pengalaman hidupnya dan menyadari bahwa Tuhan sudah berkali-kali menolongnya.

Saudara-saudara pemuda, sering kali kita juga mengalami hal yang sama. Ketika masalah datang, kita hanya fokus pada kesulitan yang sedang kita alami sekarang. Kita lupa bahwa Tuhan sudah begitu banyak menolong kita di masa lalu.

Mungkin Tuhan pernah menolong kita ketika kita menghadapi masalah di sekolah. Mungkin Tuhan pernah memberi kekuatan ketika kita merasa putus asa. Mungkin Tuhan pernah membuka jalan ketika kita tidak tahu harus berbuat apa.

Namun ketika masalah baru datang, kita sering lupa semua itu.
Pemazmur mengajarkan kepada kita bahwa mengingat karya Tuhan di masa lalu dapat menguatkan iman kita hari ini.

Anak muda sering terjebak dalam fokus pada masalah

Sobat muda yang dikasihi Tuhan, salah satu kelemahan manusia adalah mudah terfokus pada masalah. Ketika sesuatu yang buruk terjadi, kita sering merasa seolah seluruh hidup kita dipenuhi oleh masalah itu.

Misalnya ketika kita mengalami kegagalan. Kita bisa merasa bahwa masa depan kita sudah hancur. Ketika kita mengalami kekecewaan dalam hubungan atau persahabatan, kita bisa merasa sangat terluka. Bahkan ada anak muda yang kehilangan semangat hidup karena tekanan yang mereka alami.

Hal-hal seperti ini bisa membuat kita menjadi pribadi yang mudah mengeluh, mudah marah, bahkan kehilangan pengharapan.

Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk mengubah fokus kita. Daripada hanya melihat masalah, kita diajak untuk melihat kebaikan Tuhan yang sudah bekerja dalam hidup kita.

Ketika kita mengingat bagaimana Tuhan menolong kita di masa lalu, kita akan menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan yang sama yang menolong kita dulu, masih bekerja dalam hidup kita sekarang.

Tuhan selalu hadir dalam setiap musim kehidupan

Salah satu kebenaran yang sangat penting bagi kita sebagai orang percaya adalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Tuhan hadir dalam setiap musim kehidupan kita—baik dalam sukacita maupun dalam kesulitan.

Kadang-kadang kita merasa bahwa Tuhan hanya hadir ketika hidup kita berjalan dengan baik. Ketika doa kita dijawab, ketika rencana kita berhasil, atau ketika kita mengalami berkat.

Namun sebenarnya Tuhan juga hadir ketika kita sedang mengalami kesedihan, kegagalan, atau penderitaan. Bahkan dalam saat-saat paling sulit sekalipun, Tuhan tetap menyertai kita.

Banyak tokoh dalam Alkitab mengalami hal yang sama. Mereka menghadapi berbagai pergumulan, tetapi Tuhan tetap setia menyertai mereka.

Demikian juga dalam kehidupan kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan ketika kita merasa sendirian.

Masa muda adalah waktu untuk mengalami karya Tuhan

Saudara-saudara pemuda, masa muda bukan hanya waktu untuk mengejar mimpi dan rencana hidup. Masa muda juga adalah waktu di mana kita dapat mengalami karya Tuhan secara nyata dalam hidup kita.

Tuhan ingin memakai setiap pemuda untuk melakukan hal-hal yang luar biasa bagi kemuliaan-Nya. Tuhan dapat memakai talenta, kemampuan, dan pengalaman hidup kita untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Namun untuk mengalami hal itu, kita perlu memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Kita perlu belajar mengenal Tuhan, berdoa kepada-Nya, dan merenungkan firman-Nya.

Ketika kita hidup dekat dengan Tuhan, kita akan semakin peka melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan kita. Kita akan menyadari bahwa setiap pengalaman hidup—baik yang menyenangkan maupun yang sulit—dapat menjadi bagian dari rencana Tuhan yang indah.

Bersaksi tentang kebaikan Tuhan

Pemazmur berkata bahwa ia akan menuturkan segala pekerjaan Tuhan. Artinya, ia tidak hanya mengingat kebaikan Tuhan dalam hatinya, tetapi juga menceritakannya kepada orang lain.

Sebagai pemuda Kristen, kita juga dipanggil untuk melakukan hal yang sama. Ketika kita mengalami pertolongan Tuhan, kita dapat membagikan kesaksian itu kepada orang lain.

Kesaksian tentang kebaikan Tuhan dapat menjadi penguatan bagi banyak orang. Mungkin ada teman yang sedang mengalami kesulitan dan merasa putus asa. Ketika ia mendengar bagaimana Tuhan menolong kita, ia bisa kembali memiliki pengharapan.

Dengan cara ini, kehidupan kita dapat menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk memberkati orang lain.

Saudara-saudara pemuda yang dikasihi Tuhan, Mazmur 77:12–13 mengajarkan kepada kita satu pelajaran penting: jangan pernah melupakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

Ketika kita menghadapi masalah, jangan hanya fokus pada kesulitan yang sedang kita alami. Ingatlah kembali bagaimana Tuhan telah bekerja dalam hidup kita di masa lalu.

Tuhan yang menolong kita dulu adalah Tuhan yang sama yang menyertai kita hari ini dan akan memimpin kita di masa depan.

Karena itu, marilah kita menjalani masa muda kita bersama Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan selalu ada dalam setiap langkah hidup kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita.

Dan ketika kita terus mengingat dan merenungkan karya Tuhan, iman kita akan semakin kuat. Kita akan menjadi pemuda yang penuh pengharapan, penuh semangat, dan siap dipakai Tuhan untuk melakukan perkara-perkara besar bagi kemuliaan nama-Nya. Amin.

Doa : Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur atas firman-Mu yang mengingatkan bahwa Engkau selalu hadir dalam masa muda kami. Tolonglah kami agar selalu mengingat kebaikan-Mu dalam setiap perjalanan hidup. Kuatkan iman kami ketika menghadapi kesulitan, dan tuntun langkah kami agar tetap setia berjalan bersama-Mu. Pakailah hidup kami menjadi berkat bagi sesama. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Editor : Clavel Lukas
#GPIB