Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sabda Bina Pemuda, GPIB, Jumat, 13 Maret 2026, Mazmur 119:34-38 Masa Mudaku Untuk kemuliaan Tuhan

Alfianne Lumantow • Rabu, 11 Maret 2026 | 13:50 WIB

Logo GPIB.
Logo GPIB.

Pembacaan Alkitab : Mazmur 119:34–38
TEMA : MASA MUDAKU UNTUK KEMULIAAN TUHAN

"Masa mudaku bukan untuk viral, tapi untuk kemuliaan Tuhan.”
"Buatlah aku mengerti, maka aku akan berpegang pada Taurat-Mu." (Mazmur 119:34)

Masa muda sering disebut sebagai masa yang paling indah dalam kehidupan. Pada masa ini seseorang memiliki energi yang besar, semangat yang tinggi, dan banyak mimpi tentang masa depan.

Tidak heran jika banyak orang menantikan usia tertentu, seperti usia 17 tahun yang sering disebut sebagai sweet seventeen. Pada usia ini seseorang mulai dianggap dewasa secara hukum dan sudah bisa memiliki KTP. Banyak anak muda merasa bangga karena mereka merasa sudah memasuki tahap baru dalam kehidupan.

Namun, di balik kebanggaan itu ada sebuah pertanyaan besar yang sering muncul: untuk apa masa mudaku ini?

Banyak anak muda menjalani masa mudanya tanpa arah yang jelas. Mereka hanya mengikuti arus kehidupan. Hari demi hari diisi dengan kesibukan yang terkadang tidak memiliki tujuan yang jelas.

Di era digital saat ini, banyak anak muda berlomba-lomba untuk menjadi terkenal, mendapatkan banyak likes, followers, dan menjadi viral di media sosial. Tidak sedikit yang menjadikan popularitas sebagai tujuan utama hidup mereka.

Padahal, jika kita merenungkan firman Tuhan hari ini dalam Mazmur 119:34–38, kita menemukan bahwa masa muda sebenarnya adalah masa yang sangat penting untuk menentukan arah hidup seseorang.

Pemazmur menunjukkan sebuah kerinduan yang dalam agar hidupnya dipimpin oleh firman Tuhan. Ia tidak ingin hidupnya berjalan tanpa arah, tetapi ia ingin hidupnya berada dalam jalan yang Tuhan kehendaki.

Dalam bagian ini kita melihat beberapa sikap hati pemazmur yang sangat penting untuk kita pelajari, terutama bagi kita sebagai anak-anak muda yang sedang menjalani masa pertumbuhan dan pencarian jati diri.

Pertama, kerinduan untuk mengerti firman Tuhan.
Dalam ayat 34 pemazmur berkata, “Buatlah aku mengerti, maka aku akan berpegang pada Taurat-Mu.” Kalimat ini menunjukkan bahwa pemazmur tidak hanya ingin sekadar mengetahui firman Tuhan, tetapi ia ingin mengerti firman itu dengan sungguh-sungguh. Ia sadar bahwa tanpa pengertian dari Tuhan, manusia bisa saja membaca firman tetapi tidak memahaminya.

Hal ini sangat relevan bagi kehidupan anak muda saat ini. Banyak anak muda mengenal firman Tuhan, mendengarnya di gereja, bahkan mungkin membacanya. Namun tidak semua benar-benar berusaha untuk memahaminya dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.

Mengerti firman Tuhan berarti membiarkan firman itu membentuk cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak. Firman Tuhan bukan hanya untuk didengar pada hari Minggu, tetapi untuk menjadi dasar dalam setiap keputusan hidup kita.

Jika seorang pemuda menjadikan firman Tuhan sebagai dasar hidupnya, maka ia tidak akan mudah terseret oleh arus dunia. Ia memiliki kompas rohani yang menuntunnya dalam setiap langkah kehidupannya.

Kedua, memilih jalan yang Tuhan kehendaki.
Pada ayat 35 pemazmur berkata, “Buatlah aku hidup menurut petunjuk perintah-Mu, sebab itulah yang kuingini.”

Pemazmur tidak hanya ingin memahami firman Tuhan, tetapi ia juga ingin hidup sesuai dengan firman itu. Ada komitmen dalam dirinya untuk berjalan di jalan yang Tuhan tunjukkan.

Sobat muda, sering kali dalam kehidupan kita dihadapkan pada berbagai pilihan. Dunia menawarkan banyak hal yang terlihat menarik. Kesenangan, popularitas, kekayaan, dan berbagai bentuk kenikmatan dunia sering kali terlihat begitu menggoda.

Tidak sedikit anak muda yang akhirnya terjebak dalam gaya hidup yang jauh dari Tuhan karena mereka ingin diterima oleh lingkungan mereka. Mereka takut dianggap tidak gaul, tidak keren, atau tidak mengikuti tren.

Namun firman Tuhan mengingatkan kita bahwa jalan Tuhan adalah jalan yang membawa kehidupan yang sejati. Jalan Tuhan mungkin tidak selalu terlihat populer di mata dunia, tetapi jalan itu membawa kita pada kehidupan yang penuh makna dan berkat.

Pemazmur berkata bahwa ia ingin hidup menurut perintah Tuhan. Artinya, ketaatan kepada Tuhan bukanlah paksaan, tetapi sebuah kerinduan hati.

Ketiga, tidak tergoda oleh kesenangan dunia yang sia-sia.
Pada ayat 36–37 pemazmur berkata, “Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu dan jangan kepada laba. Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa.”

Ayat ini sangat kuat menggambarkan pergumulan manusia, termasuk anak muda. Dunia penuh dengan hal-hal yang terlihat menarik tetapi sebenarnya kosong dan tidak memberikan makna yang sejati.

Hari ini kita hidup di zaman yang penuh dengan distraksi. Media sosial, hiburan digital, dan berbagai tren dunia sering kali menyita begitu banyak waktu dan perhatian anak muda. Tidak jarang seseorang menghabiskan berjam-jam hanya untuk menggulir layar ponselnya tanpa menyadari bahwa waktunya telah habis untuk hal-hal yang tidak memberi nilai kekal.

Pemazmur menyadari bahwa hatinya bisa saja condong kepada hal-hal yang salah. Oleh karena itu ia berdoa agar Tuhan menolongnya untuk tetap fokus pada firman Tuhan.

Ini adalah doa yang sangat penting bagi kita sebagai anak muda. Tanpa pertolongan Tuhan, sangat mudah bagi kita untuk terseret oleh arus dunia.

Kita perlu meminta Tuhan untuk menjaga hati kita, menjaga pikiran kita, dan menjaga mata kita agar tidak terjebak pada hal-hal yang hanya memberikan kesenangan sesaat tetapi tidak membawa kita semakin dekat kepada Tuhan.

Keempat, hidup yang berpusat pada kemuliaan Tuhan.
Pada ayat 38 pemazmur berkata, “Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu.”

Ayat ini menunjukkan bahwa pemazmur memiliki hati yang takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan bukan berarti merasa ngeri terhadap Tuhan, tetapi memiliki sikap hormat, tunduk, dan mengutamakan Tuhan dalam hidup.

Ketika seorang anak muda hidup dalam takut akan Tuhan, maka kehidupannya akan memiliki arah yang jelas. Ia tidak lagi hidup hanya untuk dirinya sendiri, tetapi ia hidup untuk memuliakan Tuhan.

Sobat muda, dunia mungkin berkata bahwa masa muda adalah masa untuk bersenang-senang. Dunia mungkin berkata bahwa masa muda adalah masa untuk mencoba segala sesuatu tanpa batas.

Namun firman Tuhan mengajarkan kita bahwa masa muda adalah masa yang sangat berharga untuk dipersembahkan kepada Tuhan.

Banyak tokoh besar dalam Alkitab yang dipakai Tuhan sejak masa muda mereka. Mereka tidak menunggu sampai tua untuk melayani Tuhan. Justru pada masa mudanya mereka sudah menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan.

Masa muda adalah masa di mana karakter sedang dibentuk, iman sedang ditumbuhkan, dan masa depan sedang dipersiapkan. Jika pada masa muda kita sudah menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita, maka langkah-langkah hidup kita akan diarahkan oleh Tuhan.

Karena itu mari kita mengingat kembali kalimat yang menjadi tema perenungan kita hari ini: “Masa mudaku bukan untuk viral, tapi untuk kemuliaan Tuhan.”

Tidak salah jika seseorang dikenal banyak orang. Tidak salah jika seseorang memiliki prestasi yang besar. Namun yang paling penting adalah apakah hidup kita memuliakan Tuhan atau tidak.

Nilai hidup seorang anak muda tidak ditentukan oleh seberapa banyak pengikut di media sosial, seberapa terkenal namanya, atau seberapa banyak kekayaan yang dimilikinya. Nilai hidup kita ditentukan oleh bagaimana kita hidup di hadapan Tuhan.

Ketika pola pikir kita dipenuhi oleh firman Tuhan, ketika kata-kata kita mencerminkan kasih Tuhan, dan ketika tindakan kita membawa berkat bagi orang lain, maka melalui hidup kita kemuliaan Tuhan akan terpancar.

Sobat muda yang dikasihi Tuhan, masa muda adalah kesempatan emas yang Tuhan berikan kepada kita. Jangan sia-siakan masa ini hanya untuk mengejar hal-hal yang sementara. Gunakan masa muda kita untuk mengenal Tuhan lebih dalam, mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan melayani Tuhan dengan sepenuh hati.

Biarlah melalui kehidupan kita sebagai anak muda, orang lain dapat melihat terang Kristus. Biarlah melalui perkataan dan tindakan kita, nama Tuhan dimuliakan.

Kiranya setiap kita dapat berkata dengan keyakinan dalam hati: Tuhan, masa mudaku adalah milik-Mu. Pakailah hidupku untuk kemuliaan nama-Mu. Amin.

Doa : Tuhan yang penuh kasih, terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkan kami tentang arti masa muda. Tolong kami agar hidup kami tidak mengikuti keinginan dunia, tetapi berjalan menurut kehendak-Mu. Bentuk hati, pikiran, dan langkah kami supaya masa muda kami memuliakan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Editor : Clavel Lukas
#GPIB