Syalom,
Sang pemazmur pernah kehilangan arah akibat tersesat: “Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan” (Mazmur 119:176).
Di sini, kemampuan sang pemazmur untuk menjalani kehidupan rohani telah menurun, dan kepekaan rohaninya mulai pudar.
Oleh karena itulah, ia memerlukan Allah untuk mengejarnya dan memberikannya “pengertian” (ay. 169).
Saat kita menjauh dari pemeliharaan Allah, kasih-Nya yang besar mendorong-Nya untuk mencari dan menuntun kita kembali kepada-Nya.
Ketika dengan pertolongan-Nya kita memahami Kitab Suci dan menaati “segala perintah-[Nya]” (ay. 172), kita dapat terhindar dari ketersesatan rohani.
Amin.