Pembacaan Alkitab : Mazmur 119:51–56
TEMA : FIRMAN TUHAN PEGANGAN HIDUPKU
"Firman-Mu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalan hidupku."
"Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu." (Mazmur 119)
Sobat muda yang dikasihi Tuhan, dalam kehidupan gereja kita sering mendengar sebuah lagu sederhana yang mungkin sudah sangat akrab di telinga kita, yaitu lagu yang berbunyi: “Baca Kitab Suci doa tiap hari, doa tiap hari, doa tiap hari.”
Lagu ini sering dinyanyikan sejak kita masih kecil di sekolah minggu. Liriknya sangat sederhana, tetapi sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam.
Lagu ini mengingatkan kita bahwa kehidupan orang percaya tidak bisa dipisahkan dari dua hal penting, yaitu membaca firman Tuhan dan berdoa. Firman Tuhan menjadi makanan rohani kita, sedangkan doa menjadi nafas kehidupan rohani kita.
Namun pertanyaannya bagi kita sebagai anak muda adalah: apakah kita benar-benar membaca Kitab Suci setiap hari?
Banyak anak muda yang rajin membuka media sosial setiap hari. Tidak sedikit yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton video, bermain game, atau melihat berbagai konten di internet. Tetapi sering kali kita lupa menyediakan waktu beberapa menit saja untuk membaca firman Tuhan.
Padahal firman Tuhan adalah sumber kekuatan yang sangat penting dalam kehidupan kita. Tanpa firman Tuhan, kita bisa kehilangan arah dalam menjalani kehidupan ini.
Melalui Mazmur 119:51–56, kita melihat bagaimana pemazmur menjadikan firman Tuhan sebagai pegangan hidupnya. Dalam bagian ini kita dapat belajar beberapa hal penting tentang bagaimana firman Tuhan seharusnya menjadi bagian utama dalam kehidupan kita sebagai anak muda.
Pertama, tetap setia pada firman Tuhan meskipun menghadapi ejekan.
Pada ayat 51 pemazmur berkata bahwa orang-orang yang sombong mengejek dia. Artinya, pemazmur mengalami tekanan dan hinaan dari orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Mereka mungkin menertawakan imannya, meremehkan keyakinannya, bahkan mencoba menjatuhkan semangatnya.
Namun yang menarik adalah respon pemazmur. Ia tidak meninggalkan firman Tuhan. Ia tidak mundur dari imannya. Justru ia tetap berpegang teguh pada firman Tuhan.
Sobat muda, hal seperti ini juga sering terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Tidak semua orang menghargai iman kita kepada Tuhan. Kadang-kadang ada teman yang menertawakan kita karena kita rajin ke gereja.
Ada yang menganggap kita terlalu rohani ketika kita berbicara tentang Tuhan. Bahkan ada yang menganggap membaca Alkitab itu kuno atau tidak relevan dengan kehidupan modern.
Situasi seperti ini bisa membuat kita merasa tidak nyaman. Kita bisa saja tergoda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan agar tidak dianggap berbeda.
Tetapi firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk tetap setia. Iman kepada Tuhan bukan sesuatu yang harus kita sembunyikan. Justru di tengah dunia yang semakin jauh dari Tuhan, kita dipanggil untuk tetap berdiri teguh dalam iman kita.
Kedua, firman Tuhan menjadi sumber penghiburan dalam kehidupan.
Pada ayat 52 pemazmur berkata bahwa ia mengingat hukum-hukum Tuhan yang sudah ada sejak dahulu dan dari situlah ia mendapatkan penghiburan.
Ini menunjukkan bahwa firman Tuhan bukan hanya memberikan perintah atau aturan, tetapi juga memberikan penghiburan bagi hati kita. Ketika kita sedang sedih, kecewa, atau menghadapi masalah, firman Tuhan dapat menguatkan hati kita.
Dalam kehidupan anak muda, kita sering menghadapi berbagai pergumulan. Ada yang bergumul dengan masalah keluarga, ada yang menghadapi tekanan dalam pendidikan, ada yang merasa takut tentang masa depan, bahkan ada yang mengalami luka hati karena hubungan dengan teman atau orang yang dikasihi.
Pergumulan-pergumulan ini sering kali membuat hati kita lelah. Kadang kita merasa sendirian menghadapi semuanya.
Tetapi ketika kita membaca firman Tuhan, kita diingatkan bahwa Tuhan selalu hadir dalam kehidupan kita. Firman Tuhan memberikan harapan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Banyak orang menemukan kekuatan baru ketika membaca firman Tuhan di saat mereka sedang berada dalam kesulitan. Firman Tuhan mampu mengangkat kembali hati yang lemah dan memberikan semangat untuk melanjutkan perjalanan hidup.
Ketiga, firman Tuhan menolong kita untuk tetap hidup benar.
Pada ayat 53 pemazmur menggambarkan kemarahannya terhadap orang-orang fasik yang meninggalkan hukum Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa pemazmur memiliki hati yang sangat menghargai firman Tuhan.
Ia menyadari bahwa ketika seseorang meninggalkan firman Tuhan, hidupnya akan mudah tersesat. Tanpa firman Tuhan, manusia akan mengikuti keinginan hatinya sendiri yang sering kali membawa kepada dosa.
Sobat muda, dunia saat ini menawarkan begitu banyak hal yang bisa menjauhkan kita dari Tuhan. Ada berbagai gaya hidup yang terlihat menarik tetapi sebenarnya merusak kehidupan rohani kita.
Tanpa firman Tuhan, kita bisa dengan mudah mengikuti arus dunia. Kita bisa kehilangan nilai-nilai kebenaran dan mulai menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa.
Tetapi ketika kita membaca firman Tuhan secara rutin, firman itu akan menolong kita untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Firman Tuhan menjadi kompas yang menuntun kita dalam mengambil keputusan.
Keempat, firman Tuhan menjadi sukacita dalam kehidupan sehari-hari.
Pada ayat 54 pemazmur berkata bahwa ketetapan Tuhan menjadi nyanyian baginya di rumah tempat ia tinggal. Ini adalah gambaran yang sangat indah.
Firman Tuhan bukan hanya dibaca di tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pemazmur. Firman Tuhan menjadi sumber sukacita yang selalu mengiringi kehidupannya.
Bayangkan jika setiap anak muda menjadikan firman Tuhan sebagai bagian dari kehidupannya setiap hari. Hidup kita tidak akan mudah dipenuhi oleh kekhawatiran, kemarahan, atau keputusasaan. Sebaliknya, hidup kita akan dipenuhi oleh sukacita karena kita selalu diingatkan akan kasih dan kebaikan Tuhan.
Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup kita ada di dalam tangan Tuhan yang penuh kasih.
Kelima, firman Tuhan diingat dalam setiap waktu.
Pada ayat 55 pemazmur berkata bahwa pada waktu malam ia mengingat nama Tuhan dan berpegang pada Taurat Tuhan. Ini menunjukkan kedalaman hubungan pemazmur dengan Tuhan.
Ia tidak hanya mengingat Tuhan pada waktu tertentu saja, tetapi bahkan pada waktu malam ketika suasana sunyi dan tenang, ia tetap memikirkan firman Tuhan.
Ini mengajarkan kita bahwa firman Tuhan seharusnya tidak hanya menjadi sesuatu yang kita baca sesekali saja. Firman Tuhan perlu menjadi bagian dari kehidupan kita sepanjang waktu.
Ketika kita menghadapi keputusan penting, firman Tuhan menuntun kita. Ketika kita menghadapi kesulitan, firman Tuhan menguatkan kita. Ketika kita merasa bersyukur, firman Tuhan mengingatkan kita untuk memuliakan Tuhan.
Keenam, berkat datang ketika kita memegang firman Tuhan.
Pada ayat 56 pemazmur berkata bahwa semuanya itu terjadi karena ia berpegang pada titah Tuhan. Artinya, kehidupan yang diberkati bukan terjadi secara kebetulan, tetapi karena seseorang memilih untuk hidup menurut firman Tuhan.
Sobat muda yang dikasihi Tuhan, kehidupan ini penuh dengan tantangan. Tidak bisa dipungkiri bahwa masa muda adalah masa yang penuh dengan pergumulan. Kita menghadapi tekanan dari lingkungan, godaan dari dunia, dan berbagai persoalan yang kadang terasa berat.
Dalam situasi seperti ini kita membutuhkan pegangan hidup yang kuat. Tanpa pegangan hidup, kita bisa mudah jatuh dan kehilangan arah.
Dan firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa pegangan hidup yang sejati hanyalah firman Tuhan.
Bukan popularitas yang menjadi pegangan hidup kita.
Bukan uang yang menjadi pegangan hidup kita.
Bukan pengakuan manusia yang menjadi pegangan hidup kita.
Pegangan hidup kita adalah firman Tuhan.
Karena firman Tuhan menuntun langkah kita ketika kita tidak tahu harus berjalan ke mana. Firman Tuhan menguatkan kita ketika kita merasa lemah. Firman Tuhan mengingatkan kita ketika kita hampir jatuh dalam dosa.
Karena itu mari kita belajar untuk menjadikan firman Tuhan sebagai bagian dari kehidupan kita setiap hari. Sediakan waktu untuk membaca Alkitab. Renungkan firman Tuhan. Izinkan firman itu membentuk hati dan pikiran kita.
Jika firman Tuhan menjadi pegangan hidup kita, maka kita tidak akan mudah goyah menghadapi badai kehidupan.
Kiranya sebagai anak-anak muda kita dapat berkata dengan penuh keyakinan seperti pemazmur:
Firman Tuhan adalah pegangan hidupku.
Di mana pun kita berada, dalam keadaan apa pun, kita tetap berpegang pada firman Tuhan. Amin.
Doa : Tuhan yang penuh kasih, terima kasih atas firman-Mu yang menjadi terang bagi hidup kami. Tolong kami sebagai anak muda agar setia membaca, merenungkan, dan melakukan firman-Mu setiap hari. Kuatkan kami menghadapi setiap tantangan hidup, sehingga firman-Mu selalu menjadi pegangan dalam langkah kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
Editor : Clavel Lukas