Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Rabu 18 Maret 2026, Bacaan I Yesaya 49:8-15, Bacaan Injil Yohanes 5:17-30

Fandy Gerungan • Senin, 16 Maret 2026 | 10:31 WIB

Photo
Photo

Pekan Prapaskah IV (Warna Liturgi Ungu)

Bacaan I Yesaya 49:8-15

Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,

untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundulpun tersedia rumput bagi mereka.

Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.

Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan.

Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim."

Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.

Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."

Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 145:8-9,13cd-14,17-18

TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.

TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan Injil Yohanes 5:17-30

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."

Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.

Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.

Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.

Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,

dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan, dalam kehidupan ini ada saat-saat ketika kita merasa sendirian. Ada masa ketika doa terasa seolah tidak dijawab, usaha terasa sia-sia, dan hati mulai bertanya.

Apakah Tuhan masih memperhatikan hidupku?. Perasaan seperti ini sangat manusiawi. Bahkan orang yang beriman pun kadang bisa merasa ditinggalkan.

Namun melalui bacaan hari ini, kita diingatkan akan satu hal penting: Tuhan tidak pernah melupakan umat-Nya. Kasih-Nya jauh lebih kuat daripada keraguan manusia.

Nabi Yesaya menggambarkan bagaimana Tuhan adalah pribadi yang penuh belas kasih. Ia memperhatikan orang-orang yang tertindas, membebaskan mereka yang terkurung, dan menuntun mereka menuju kehidupan yang baru.

Gambaran ini menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah Allah yang jauh dan tidak peduli. Ia justru hadir sebagai gembala yang menuntun umat-Nya melewati jalan yang sulit menuju sumber kehidupan.

Bahkan ketika manusia merasa ditinggalkan, kasih Tuhan tetap tidak berubah. Ia memiliki kasih yang lebih kuat daripada kasih seorang ibu kepada anaknya.

Ini adalah gambaran yang sangat dalam: jika kasih manusia saja bisa begitu besar, terlebih lagi kasih Tuhan yang sempurna. Ia mengenal kita, mengingat kita, dan menyertai perjalanan hidup kita.

Dalam Injil, kita melihat bagaimana Yesus memperlihatkan hubungan yang begitu erat dengan Bapa. Segala yang dilakukan-Nya bukanlah tindakan yang terpisah dari kehendak Allah, melainkan bagian dari karya keselamatan yang terus berlangsung. Tuhan tidak pernah berhenti bekerja bagi keselamatan manusia.

Melalui Yesus, kita diajak untuk melihat bahwa hidup bersama Allah berarti hidup dalam relasi yang penuh kepercayaan. Mendengarkan sabda-Nya dan percaya kepada-Nya membawa manusia keluar dari kegelapan menuju kehidupan yang sejati.

Hidup baru itu dimulai bahkan sejak sekarang, ketika seseorang membuka hati untuk percaya dan mengikuti jalan Tuhan.

Renungan ini mengajak kita untuk merenungkan satu pertanyaan sederhana: Apakah kita masih percaya bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita, bahkan ketika kita tidak melihat hasilnya?.

Sering kali Tuhan bekerja secara perlahan dan diam-diam. Ia membuka jalan di tempat yang tampaknya buntu, menuntun kita melewati kesulitan, dan memulihkan hati yang terluka.

Mungkin kita belum melihat gambaran besarnya sekarang, tetapi Tuhan tidak pernah berhenti menuntun langkah kita.

Karena itu, ketika kita merasa lelah, kecewa, atau putus asa, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah melupakan kita. Ia tetap bekerja, tetap memimpin, dan tetap mengasihi kita.

Semoga hari ini kita belajar untuk kembali percaya kepada penyelenggaraan Tuhan. Percaya bahwa hidup kita berada dalam tangan-Nya, dan bahwa kasih-Nya selalu lebih besar daripada segala kesulitan yang kita hadapi. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan