RHK GMIM Minggu 22 Maret 2026
Matius 26:57
(57) Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkari Tuhan Yesus,
Memangku jabatan tidak hanya mendapatkan kuasa tetapi juga tanggungjawab memimpin dan menjadi panutan.
Tiga hal ini seringkali tidak terwujud bersama.
Ada orang yang mati-matian mempertahankan jabatan, tetapi melalaikan tanggung jawab sehingga tidak patut diteladani.
Ada pemimpin yang harusnya menjadi teladan dan membawa orang yang dipimpin pada kebaikan, berubah menjadi orang yang memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi.
Ada pemimpin gereja tidak menuntun umat beriman kepada Yesus Kristus, malah menjadi batu sandungan.
Demikian pula kepentingan pribadi bisa membuat orang salah menggunakan kewenangan, gagal mengerjakan tanggungjawab serta mampu memutarbalikkan kebenaran.
Ini dapat kita temukan seperti pada cerita Mahkamah Agama Yahudi (Sanhendrin) yang mengadili Yesus Kristus.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkari Tuhan Yesus,
Mahkamah Agama yang terdiri dari Imam Besar, para Imam Kepala, tua-tua Yahudi dan ahli Taurat, memiliki tanggung jawab menjaga kehidupan beragama, menuntun ibadah, mengawasi pelaksanaan hukum Musa, serta mengadili pelanggaran yang terjadi.
Tugas ini memberi mereka kewenangan memutus perkara.
Sayangnya, kuasa ini disalahgunakan.
Setelah ditangkap, Yesus Kristus dihadapkan kepada Mahkamah Agama.
Seharusnya mereka yang paling paham tentang janji kedatangan Mesias, sebab Mahkamah Agama diyakini sangat mengenal Kitab Suci dan menjadi panutan dalam menerapkan perintah-Nya.
Pada kenyataannya, mereka yang paling menolak Yesus Kristus.
Benci dan dengki membuat Mahkamah Agama berkumpul untuk mengadakan pengadilan yang tidak adil terhadap Yesus Kristus.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkari Tuhan Yesus,
Firman Tuhan pada hari ini mengingatkan kita, bahwa kesalahan pemimpin dapat berpengaruh dalam kehidupan umat, termasuk dalam keluarga.
Sebab itu sebagai keluarga yang beriman kepada Yesus Kristus, orangtua bertanggungjawab menjadi pemimpin untuk menuntun anak-anak hidup benar.
Orangtua berwenang mengatur, mengarahkan dan membimbing anak-anak hidup takut akan Tuhan Allah hingga kelak dapat menjadi pemimpin yang baik.
Untuk dapat menjalankan tugas ini, setiap orang percaya harus memberi dirinya dipimpin oleh pengajaran firman Tuhan Allah.
Doa: Ya Tuhan Allah, pimpinlah langkah kami dalam melaksanakan setiap tugas kepemimpinan yang Engkau percayakan. Sehingga kami dapat bertanggungjawab dan hidup benar di hadapan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Editor : Aprilia Sahari