Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

RHK GMIM Rabu 25 Maret 2026, Matius 26:62-63a Hadapi Masalah Dengan Tenang

Aprilia Sahari • Senin, 16 Maret 2026 | 14:37 WIB

LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

RHK GMIM Rabu 25 Maret 2026

Matius 26:62-63a

(62) Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
(63a) Tetapi Yesus tetap diam.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkari Tuhan Yesus,
Menjadi tertuduh saat tidak melakukan kesalahan cenderung membuat orang bereaksi keras dan melakukan berbagai upaya membela diri.

Tetapi Yesus Kristus tidak demikian.

Ketika menghadapi Mahkamah Agama yang mengadili-Nya dengan tuduhan palsu, Yesus Kristus, diam tidak membela diri.

Di Depan banyak saksi palsu dengan tuduhan-tuduhan yang direkayasa.

Ia diam.

Kata diam berasal dari kata Yunani Siaopo berarti menahan diri, tenag, kalem.

Artinya, Yesus Kristus tidak bereaksi membela diri-Nya bukan karena Ia tidak berdaya, melainkan Ia menguasai diri-Nya dan bersikap tenang.

Keadaan tampak seperti tidak terkendali, namun sesungguhnya Yesus Kristus sedang pegang kendali.

Dia tidak terprovokasi, sebaliknya mampu menguasai situasi.

Sebagai Tuhan, Yesus Kristus bisa saja menjawab dan membalikkan keadaan, namun Ia tidak melakukannya.

Dia tetap diam.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkari Tuhan Yesus,
Sikap tenang Yesus Kristus menjadi teladan bagi semua orang percaya dalam menghadapi persoalan hidup.

Ketika terdesak karena berbagai masalah, termasuk adanya tuduhan yang memojokkan, orang percaya tidak boleh terprovokasi untuk segera bertindak membela diri.

Bertindak gegabah hanya menimbulkan banyak masalah.

Diam dan tenang.

Ini bukan tanda kekalahan, melainkan kemampuan menguasai diri.

Manusia memang tidak bisa mengendalikan keadaan, namun orang percaya mampu mengendalikan dirinya.

Kita diajak untuk memiliki kemampuan bersikap tenang yang selalu harus dimulai dari kesediaan bersabar.

Kesabaran tumbuh dari usaha menenangkan diri.

Dengan kata lain, tenang dan sabar adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkari Tuhan Yesus,
Sebagai orangtua dan anak-anak, kita semua diajak untuk menumbuhkan dua hal ini dalam kehidupan setiap hari.

Sebab bersikap tenang dan sabar sangat bermanfaat, antara lain dapat berpikir jernih di tengah situasi sulit dan menghasilkan pembentukan karakter dewasa dalam diri.

Diam dan tenang di tengah masalah, tentu saja tidak mudah.

Namun, setiap orang percaya yang berserah dan mempercayakan hidup pada Yesus Kristus pasti dapat ditolong-Nya melakukannya. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, mampukanlah kami untuk bersikap tenang dan mampu menguasai diri ketika harus menghadapi semua keadaan dalam hidup, sehingga kami tidak gegabah dalam bertindak dan jatuh dalam dosa. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Baca Juga: MTPJ GMIM 22-28 Maret 2026 (Minggu Sengsara V), Matius 26:57-68 Ia Harus Dihukum Mati

Baca Juga: RHK GMIM Senin 23 Maret 2026, Matius 26:58 Jangan Menjauh Dari Yesus Kristus

Baca Juga: RHK GMIM Selasa 24 Maret 2026, Matius 26:59-61 Kebenaran Jangan Direkayasa

Editor : Aprilia Sahari
#RHK #GMIM #RHK GMIM Rabu 25 Maret 2026 #Renungan GMIM