Syalom,
Adakalanya pengalaman tersesat justru menolong kita menemukan jalan yang ingin kita lalui. Seperti yang dialami oleh “anak yang hilang” dalam perumpamaan hari ini (Lukas 15:24).
Ayahnya sangat bersukacita menerima anaknya yang hilang dan menyambutnya kembali, dengan berkata, “Anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali; ia telah hilang dan didapat kembali” (ay. 24).
Jika kita sudah menyadari bahwa kita terhilang secara rohani, carilah jalan pulang yang telah disediakan Allah.
Dia akan mengarahkan kita kepada cahaya kasih-Nya dan ke tempat kita seharusnya berada.
Amin.