Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Penuh Syukur di HUT ke-27 Wilayah Manado Sario, Ini Pesan Firman yang Disampaikan Ketua Sinode GMIM

Angel Rumeen • Minggu, 22 Maret 2026 | 19:06 WIB

 

 

Peniupan lilin ulang tahun Wilayah Manado Sario.
Peniupan lilin ulang tahun Wilayah Manado Sario.

MANADOPOST.ID Ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Wilayah Manado Sario berlangsung khidmat di Gedung GMIM Getsemani Sario Kotabaru (Sakobar), Minggu (22/3/2026) malam.

Ibadah yang digelar pada pukul 18.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GMIM, Pdt Dr Adolf Katuuk Wenas.

 

Ibadah ini dihadiri jemaat di Wilayah Manado Sario, para pelayan khusus, serta pendeta GMIM.

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan syukur atas perjalanan pelayanan gereja yang telah memasuki usia ke-27 tahun.

 

Dalam khotbahnya, Pdt Adolf Katuuk Wenas mengambil pembacaan Alkitab dari Injil Matius 26:57-67 dengan judul perikop “Yesus di hadapan Mahkamah Agama”. Melalui pembacaan tersebut, ia menegaskan pentingnya integritas dan ketulusan dalam pelayanan kepada Tuhan.

 

Menurutnya, para pelayan gereja tidak boleh bermain-main dalam menjalankan pelayanan.

 

Ia mengingatkan pelayanan merupakan panggilan iman yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

 

“Kalau pelayanan, jangan bermain-main dengan Tuhan. Kalau ingin melayani, maka melayanilah dengan sungguh-sungguh,” tegasnya di hadapan jemaat.

 

Pelayan gereja juga diminta tidak meniru sikap para imam kepala dan tua-tua dalam kisah Alkitab tersebut yang justru menjebak Yesus demi kepentingan mereka sendiri.

 

Pesan ini, lanjutnya, menjadi sangat relevan terutama menjelang berbagai momentum penting dalam kehidupan bergereja, termasuk proses pemilihan pelayan khusus di berbagai tingkatan pelayanan GMIM.

 

“Apapun keinginan kita, jangan meniru cara-cara para imam dan tua-tua seperti yang digambarkan dalam pembacaan Alkitab tadi. Kita harus tetap setia pada kebenaran firman Tuhan,” ujarnya.

 

Pdt Wenas juga menekankan dalam peristiwa tersebut Yesus tetap teguh dan kuat, meskipun difitnah dan dijebak oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan-Nya. Keteladanan Yesus ini, menurutnya, harus menjadi inspirasi bagi setiap pelayan gereja dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan.

 

Sementara itu, Ketua Wilayah Manado Sario Pdt Dr Eva Karamoy dalam sambutannya menegaskan gereja harus selalu menjadikan Tuhan sebagai dasar utama dalam setiap pelayanan.

 

Ia mengatakan pemberitaan firman Tuhan harus dilakukan dengan menjadikan kehendak Tuhan sebagai patokan utama, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.

 

“Gereja harus menyampaikan firman dengan Tuhan sebagai patokan pelayanan. Yesus menginginkan kesatuan, dan kita juga harus menjadi satu,” ujarnya.

 

Pdt Karamoy juga mengajak seluruh jemaat untuk terus menghidupi nilai-nilai luhur yang dikenal dalam falsafah masyarakat Sulawesi Utara, yakni semboyan Si Tou Timou Tumou Tou, yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan sesama.

 

Menurutnya, semangat tersebut sangat relevan dengan kehidupan pelayanan gereja yang menuntut pengorbanan, kebersamaan, dan komitmen demi kemuliaan nama Tuhan.

 

“Dalam pelayanan ini kita dipanggil untuk berjuang bersama, demi kemuliaan nama Tuhan,” katanya.

Di sela ibadah ini dilakukan penyerahan hadiah lomba-lomba yang sudah digelar.(gel)

 

Editor : Angel Rumeen