Syalom,
Dalam Mazmur 42, sang pemazmur merasa seperti seekor rusa yang berlari menyelamatkan diri. Namun, kenangan akan penyembahan kepada Allah mendorong sang pemazmur untuk tetap memuji-Nya, bahkan di tengah penderitaan.
Ia berkata, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (ay. 6).
Ketika kita mengingat siapa Allah kita dan bahwa kita ini milik-Nya, kita akan dimampukan untuk melangkah maju, melewati kepedihan masa lalu yang masih membekas.
Amin.
Happy Sunday!
Editor : Clavel Lukas