Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Senin 6 April 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 2:14,22-32, Bacaan Injil Matius 28:8-15

Fandy Gerungan • Kamis, 26 Maret 2026 | 10:12 WIB

Photo
Photo

Hari Senin dalam Oktaf Paskah (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 2:14,22-32

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,

sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.

Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.

Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 16:1-2a,5,7-8,9-10,11

Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;

sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

Bacaan Injil Matius 28:8-15

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.

Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu

dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.

Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."

Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve! Hai OMK (Orang Muda Katolik), Coba jujur pernah tidak sih kamu tahu sesuatu itu benar, tapi malah memilih diam?. Atau bahkan ikut-ikutan arus supaya tidak kelihatan beda?.

Hari ini kita melihat dua tipe orang yang sangat kontras. Yang pertama: mereka yang mengalami sesuatu yang luar biasa kubur kosong, perjumpaan dengan Tuhan yang hidup.

Reaksi mereka,cCampur aduk. Takut, iya. Tapi juga penuh sukacita. Dan yang paling penting: mereka langsung bergerak. Mereka lari, mereka cerita, mereka tidak bisa diam.

Yang kedua, orang-orang yang juga tahu kejadian itu. Tapi bukannya jujur, mereka justru memilih jalan “aman.” Mereka menutup-nutupi kebenaran, bahkan rela memelintir cerita demi kepentingan mereka.

Sekarang, kita lihat Petrus. Dulu dia pernah jatuh, pernah takut, bahkan pernah menyangkal. Tapi setelah mengalami Tuhan yang bangkit, dia berubah total. Dari yang pengecut jadi berani. Dari yang diam jadi bersuara lantang di depan banyak orang.

Nah, ini yang penting buat kita sebagai orang muda, perjumpaan dengan Tuhan itu seharusnya bikin kita berubah. Bukan cuma jadi “orang baik” di dalam hati, tapi jadi pribadi yang berani tampil beda di luar.

Hari ini tantangannya nyata banget, Di sekolah atau kampus, kamu mungkin takut terlihat “terlalu rohani”. Di tongkrongan, kamu bisa saja ikut-ikutan hal yang kamu tahu sebenarnya salah. Di media sosial, kamu lebih mudah ikut tren daripada berdiri untuk kebenaran

Kadang kita jadi seperti para penjaga tadi, tahu yang benar, tapi memilih aman.
Kadang kita juga masih seperti Petrus yang lama: punya iman, tapi masih takut.

Tapi kabar baiknya, Tuhan tidak mencari orang yang sempurna. Tuhan mencari orang yang mau berubah dan berani melangkah. Para perempuan itu tidak menunggu sampai mereka tidak takut. Mereka tetap jalan meskipun masih takut.

Petrus tidak menunggu jadi hebat dulu. Dia mulai dari pengalaman jatuhnya. Artinya apa?. Berani itu bukan tidak takut, tapi tetap melangkah walau takut.

Hari ini, mungkin langkah kecilmu adalah, berani berkata jujur walau tidak populer. Berani menolak hal yang kamu tahu salah. Berani menunjukkan imanmu, bahkan dalam hal sederhana. Atau berani kembali kepada Tuhan setelah merasa jauh.

OMK, dunia butuh anak muda yang bukan cuma pintar tapi juga berani berdiri di atas kebenaran. Karena satu orang muda yang berani, bisa menginspirasi banyak orang.

Jadi, pertanyaannya sekarang, Kamu mau jadi yang mana?. Yang diam atau yang bersaksi?. Tuhan sudah bangkit. Sekarang giliran kita untuk bangkit dan berani hidup beda. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #omk #Renungan