Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

SIANG, MALAM, MUSIM, TAHUN, KJ. NO. 331

Tesalonika Pontororing • Senin, 30 Maret 2026 | 15:41 WIB
Ilustrasi Bernyanyi
Ilustrasi Bernyanyi
 
MANADOPOST.ID--Berikut lirik lagu rohani Kidung Jemaat 331, Siang, malam, musim, tahun
giliran ganti melenyap, bayang-bayangnya berlalu.

1) Siang, malam, musim, tahun
giliran ganti melenyap;
bayang-bayangnya berlalu,
tiada satu yang tetap.
Hidup kita menjalani
jangka waktu dunia;
tak terulang yang terjadi,
tinggal tanggung jawabnya.

2
) Orang hidup ditinggalkan
oleh pendahulunya,
kita pun menuju makam
bagai makhluk yang fana.
Dari bumi kita lahir
dan kembali padaNya;
tanpa rahmat yang Ilahi,
apakah manusia?

3
) Sungguh, Allah mengasihi
dunia ciptaanNya:
dalam PutraNya sendiri
Ia tinggal beserta.
Yang percaya kepadaNya,
tak binasa tenggelam,
tapi hidup selamanya
dalam Dia yang menang.

4
) Walau zaman menghanyutkan
tiap hal di dunia,
pengasihanMu, ya Tuhan,
untuk s"lama-lamanya!
Di segala perubahan,
dalam duka apapun,
dalam Kristus aku aman.
Kau menjadi Bapaku!

5
) Bapa, Sumber pengasihan,
Bapa dalam t"rang dan g"lap.
Bapa dalam kematian,
pun di kubur yang senyap,
setiaMu tak berubah,
kasihMu tetap teguh:
Bapa, kepadaMu jua
kuserahkan diriku.

6
) Siang, malam, musim, tahun,
biar kamu melenyap;
dalam suka dan dukaku
rahmat Allahku tetap!
TanganNya menuntun daku
lewat zaman dunia
dan akhirnya "ku selalu
tinggal dalam rumahNya.

Syair: Uren, dagen, maanden, jaren, Rhijnvis Feith (1753 - 1824),
Terjemahan: H. A. Pandopo, / J. M. Malessy, 1975 / 1983,
Lagu: Jerman (Herrnhut) awal abad ke-18

do = g
4 ketuk

Editor : Tesalonika Pontororing
#lirik lagu #kidung jemaat