Khotbah GMIM 6 April 2026 (Paskah II, Hari Pemuda GMIM)
Bacaan Alkitab: Mazmur 118:1-29
Tema: "Inilah Hari Yang Dijadikan Tuhan, Marilah Bersukacita Di Dalam-Nya"
Syalom! Damai di hati! Jemaat Tuhan,
Ada berbagai cara orang percaya mengungkapkan rasa syukur atas berkat dan pertolongan Tuhan Allah.
Pemazmur pada pasal ini mengungkapkannya dalam bentuk Hallel (Doa dalam agama Yahudi), yang dinyanyikan pada perayaan hari-hari raya Paskah, Pentakosta dan Hari Raya Pondok Daun.
Mazmur ini merupakan ungkapan syukur karena sukacita atas pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir, juga atas keselamatan Tuhan Allah pasca pembuangan di Babel dan atas kemenangan Daud atau bangsa Israel atas musuh mereka yang digunakan pada perayaan Paskah.
Secara profetik merujuk pada kemenangan Yesus Kristus yang bangkit mengalahkan maut.
Mazmur ini mengandung makna dan dimensi mesianik (yang diurapi) yang menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai Mesias.
Sebab kata Kristus berasal dari kata Ibrani Mashiach (Másíah) yang berarti diurapi.
Saat ini kita sedang dalam suasana merayakan hari kebangkitan Yesus Kristus yang terjadi di hari Paskah Yahudi.
Kita merayakan hari Kebangkitan Yesus Kristus bukan hanya bersyukur tentang Kemahakuasaan Tuhan Allah dalam Paskah bagi umat Israel, karena pembebasan dari perbudakan di tanah Mesir.
Tetapi kita bersyukur dan bersukacita terutama karena Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati adalah kemenangan yang membebaskan kita dari belenggu dosa dan maut.
Ayat 22, "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru," dikutip Injil Matius 21:42, Kisah Para Rasul 4:11 dan 1 Petrus 2:7.
Yesus Kristus sebagai "batu penjuru" dan bangkit dari kematian.
Dan ayat 26 "Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan", dikutip Injil Matius 21:9.
Jemaat Tuhan.
Ayat 24, "Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!"
Ungkapan pengakuan ini menkankan kedaulatan dan kuasa kreatif Tuhan Allah.
"Inilah hari yang dijadikan TUHAN" menekankan bahwa hari ini bukanlah hari yang biasa.
Artinya, hari ini adalah hadiah dari Tuhan Allah yang bersifat khusus, spesial dan istimewa.
Hari ini kita merayakan hari Kebangkitan Yesus Kristus.
Ungkapan "bersorak-sorak" dari kata Ibrani nagilah yang berarti ekspresi kegembiraan yang kuat baik secara fisik (menari) maupun emosional.
Sedangkan "bersukacita dari kata venismecah yang menggambarkan kegembiraan dari dalam batin yang diekspresikan secara lahiriah dan ajakan atau dorongan untuk bersama-sama mengalami dan mengekspresikan secara komunal.
Bersorak-sorak dan bersukacita karena keselamatan dan pertolongan luar biasa yang dialami oleh umat Tuhan.
Jemaat Tuhan,
Kebangkitan Yesus Kristus yang kita rayakan di hari ini boleh terjadi karena dijadikan secara khusus, spesial dan istimewa oleh Tuhan Allah.
Hari ini adalah peristiwa yang sangat istimewa karena kita merayakan tentang keselamatan dan kehidupan kekal oleh kuasa dan kasih Tuhan Allah.
Oleh karena itu, mari kita bersorak-sorak dan bersukacita dengan penuh kegembiraan.
Kita diajarkan bersukacita dan bergembira bersama-sama berarti ada kesatuan hati sebagai suatu persekutuan umat-Nya.
Sangat penting bagi kita untuk tidak hanya menikmati sukacita secara pribadi tetapi bersukacita di dalam kebersamaan sebagai suatu persekutuan.
Sukacita seperti ini yang dikehendaki Tuhan Allah dalam kehidupan umat-Nya.
Sukacita yang dibagikan kepada orang lain tidak akan mengurangi sukacita yang kita alami.
Sukacita dalam kebersamaan akan semakin menambah sukacita yang kita alami.
Karena itu, sukacita yang kita bagikan itu haruslah keluar dari ketulusan akan terasa hambar.
Sebab tujuan sukacita kita harus tertuju kepada Tuhan Allah sumber sukacita sejati.
Jemaat Tuhan,
Ungkapan "Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (hesed)."
'Kasih setia' dari kata Ibrani hesed yang berarti kasih perjanjian, cinta yang teguh, loyalitas yang penuh komitmen, kebaikan yang berbelas kasih.
'Kasih setia' hesed adalah kasih yang tidak berubah, tetap setia walau manusia tidak setia, kasih yang menyelamatkan, tidak bergantung pada kondisi manusia, tidak berubah oleh waktu, tidak batal oleh kegagalan kita.
Kasih setia hesed dalam Perjanjian Baru mencapai puncaknya dalam karya Yesus Kristus.
Salib dan kebangkitan adalah bukti bahwa Tuhan Allah tidak meninggalkan perjanjian-Nya.
Kasih-Nya tidak berhenti di Golgota.
Kesetiaan-Nya mengalahkan maut.
Jemaat Tuhan,
Apa maknanya bagi kita saat ini?
Kebangkitan Yesus Kristus adalah bukti bahwa kasih setia Tuhan Allah tidak pernah gagal.
Semua manusia pernah merasa gagal dan bergumul dengan masa depan.
Kita diingatkan bahwa dengan peristiwa kebangkitan Yesus Kristus menyatakan kasih-Nya tidak berakhir walaupun kita sering gagal dan jatuh.
Karena itu, ketika kita berada dalam kesesakan, berserulah kepada Tuhan Allah.
Dan kta harus seperti pemazmur, "TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut."
Dan "Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia."
Kebangkitan Yesus Kristus mengubah rasa takut menjadi keberanian.
Hari ini adalah Hari Pemuda GMIM.
Secara fisik dan rohani, pada usia muda berada dalam proses pertumbuhan dan pengembangan diri yang tidak luput dari pergumulan seperti rasa tidak percaya diri, takut mendapat penolakan dan berbagai tekanan hidup lainnya.
Pemazmur mengingatkan bahwa kita tidak berjalan sendirian mengarungi lautan kehidupan yang berombak dan gelombang.
Percayalah Tuhan Allah selalu berada di pihak kita.
Yesus Kristus memberikan jaminan kesuksesan, "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." (Yohanes 15:7)
Jika kita diremehkan, dianggap tidak mampu, diabaikan, ingatlah sebagaimana Yesus Kristus yang ditolah dan menderita tetapi tetap setia melakukan kehendak bapa-Nya, maka Ia bangkit dan menang.
"Tetapi Dia, ...yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia." (Ibrani 2:9).
Jika kita taat dan setia maka ada pengharapan karena kita memiliki identitas sebagai murid-Nya dan ada masa depan sukses yang pasti.
"Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu." (1 Petrus 5:4)
Bersyukur kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. Amin
Editor : Aprilia Sahari