Hari Minggu Paskah II, Minggu Kerahiman Ilahi (Warna Liturgi Putih)
Bacaan I Kisah Para Rasul 2:24-47
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur 118:2-4,13-15,22-24
Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Biarlah kaum Harun berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN menolong aku.
TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.
Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
Bacaan II 1 Petrus 1:3-9
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu?. Yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api?. Sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,
karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Bacaan Injil Yohanes 20:19-31
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."
Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
Renungan
Salve!!!, Hai sahabat orang muda Katolik, Pernah nggak sih kamu merasa iman itu kadang naik turun?.
Kadang semangat banget, merasa dekat dengan Tuhan tapi di waktu lain, tiba-tiba jadi ragu, kosong, bahkan jauh. Kalau iya, tenang… kamu nggak sendirian.
Hari ini kita melihat dua gambaran yang kontras, tapi justru saling melengkapi. Di satu sisi, ada komunitas orang percaya yang hidupnya keren banget mereka saling peduli, kompak, dan hidup dengan sukacita.
Mereka bukan cuma kumpul doa, tapi benar-benar jadi keluarga. Ada yang kekurangan, langsung dibantu. Ada yang butuh, langsung diperhatikan. Iman mereka hidup, bukan cuma teori.
Tapi di sisi lain, kita juga melihat para murid yang justru lagi takut. Mereka menutup diri, merasa tidak aman, bahkan ragu dengan kabar kebangkitan. Dan yang paling relatable, ada satu murid yang benar-benar butuh bukti sebelum percaya.
Nah, ini menarik. Karena ternyata, dalam perjalanan iman, ada dua sisi ini: ada saat kita kuat dan bersinar, tapi ada juga saat kita takut dan ragu.
Sahabat muda, iman itu bukan tentang selalu kuat. Iman itu tentang tetap berjalan, bahkan saat kita ragu. Bahkan saat hati kita penuh pertanyaan.
Yang luar biasa, Tuhan tidak menjauh dari orang yang ragu. Dia justru datang mendekat. Dia masuk ke dalam ruang yang tertutup, ke dalam hati yang penuh ketakutan, dan membawa damai. Dia tidak marah, tidak menolak, tapi justru menguatkan.
Dan dari pengalaman itu, semuanya berubah. Mereka yang tadinya takut, jadi berani. Mereka yang tadinya tertutup, jadi terbuka. Mereka yang tadinya ragu, jadi saksi yang luar biasa.
Itulah kekuatan perjumpaan dengan Tuhan. Bacaan kedua juga mengingatkan kita bahwa hidup beriman tidak selalu mudah. Akan ada masa-masa sulit, masa di mana kita diuji. Tapi justru di situlah iman kita dimurnikan.
Seperti emas yang dibakar untuk jadi lebih murni, begitu juga iman kita dibentuk lewat proses.
Dan mungkin hari ini kamu sedang ada di fase itu. Lagi capek, lagi bingung, lagi merasa jauh dari Tuhan. Tapi ingat satu hal: proses itu bukan tanda Tuhan meninggalkan kamu, tapi tanda Tuhan sedang membentuk kamu.
Sahabat, iman itu bukan soal melihat baru percaya. Tapi percaya dulu, baru perlahan melihat. Dan ketika kamu tetap bertahan dalam iman, walaupun tidak selalu mengerti, di situlah kamu sedang bertumbuh.
Jadi hari ini, jangan takut kalau kamu masih punya keraguan. Jangan mundur kalau kamu lagi merasa lemah. Tetaplah datang, tetaplah percaya, dan tetaplah berjalan. (*)
Editor : Fandy Gerungan