Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Senin 13 April 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 4:23-31, Bacaan Injil Yohanes 3:1-8

Fandy Gerungan • Senin, 6 April 2026 | 10:26 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

 Pekan Paskah II (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 4:23-31

Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.

Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.

Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi,

untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.

Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.

Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."

Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 2:1-3,4-6,7-9

Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya:

"Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!"

Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.

Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya:

"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!"

Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.

Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."

Bacaan Injil Yohanes 3:1-8

Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.

Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."

Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve!. Kadang sebagai orang muda, kita ada di posisi yang aneh. Kita tahu mana yang benar, kita tahu Tuhan itu penting, tapi kita juga takut untuk benar-benar hidup berbeda. Takut dibilang sok rohani, takut dijauhi, atau bahkan takut kehilangan “kenyamanan” yang sudah biasa kita jalani.

Bacaan hari ini seperti menampar kita dengan lembut. Para rasul baru saja mengalami tekanan dan ancaman. Tapi yang mereka lakukan bukan kabur, bukan diam, tapi berkumpul dan berdoa. 

Mereka jujur dengan keadaan mereka, tapi tidak berhenti di rasa takut. Mereka justru minta satu hal: keberanian.

Ini penting sekali. Mereka tidak minta hidupnya jadi gampang, tapi minta hati yang kuat. Artinya, jadi orang beriman itu bukan soal hidup tanpa masalah, tapi soal tetap berani di tengah masalah.

Sekarang coba lihat diri kita. Ketika iman kita diuji entah lewat pergaulan, pilihan hidup, atau tekanan dari lingkungan apa yang kita lakukan?. Diam?. Ikut arus? Atau berani tetap jadi diri kita yang percaya Tuhan?.

Lalu di Injil, kita ketemu dengan Nikodemus. Dia datang di malam hari. Mungkin dia takut dilihat orang. Mungkin dia masih ragu. Tapi satu hal yang jelas: dia punya kerinduan untuk mencari kebenaran.

Dan Yesus langsung mengarahkannya ke sesuatu yang dalam lahir kembali.
Buat kita, ini bukan soal lahir ulang secara fisik. Ini tentang perubahan hati. Tentang berani meninggalkan versi lama diri kita yang mungkin penuh ego, kebiasaan buruk, atau hidup asal jalan dan mulai hidup sebagai pribadi yang baru.

Masalahnya, perubahan itu nggak nyaman. Seperti angin yang dibilang Yesus, kita nggak selalu tahu arahnya. Kadang kita bingung, kadang kita merasa kehilangan arah. Tapi justru di situ Roh Kudus bekerja. Dia membentuk kita pelan-pelan, dari dalam.

Jadi hari ini, Tuhan seperti ngajak kita refleksi: Apakah kita masih hidup sebagai “versi lama” diri kita?. Atau kita sudah mulai membuka diri untuk dilahirkan kembali?

Karena jujur saja, banyak orang tahu tentang Tuhan, tapi tidak banyak yang benar-benar berubah karena Tuhan. Dan kabar baiknya, perubahan itu tidak harus langsung besar. 

Bisa dimulai dari hal kecil, berani berkata jujur, mulai berdoa dengan sungguh, mengampuni, atau menjauh dari hal yang kita tahu tidak baik. Seperti para rasul, kita juga bisa minta satu hal hari ini: keberanian.

Keberanian untuk berubah. Keberanian untuk tetap setia. Dan keberanian untuk hidup sebagai orang yang benar-benar “hidup baru”.

Karena ketika kita berani melangkah, Roh Kudus tidak tinggal diam. Dia akan memenuhi kita, menguatkan kita, dan pelan-pelan mengubah hidup kita jadi sesuatu yang luar biasa. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk