Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah Pantekosta Ibrani 7:21-26 Pdt Frans Kilap, Kasih yang Menebus Sampai Tuntas

Deiby Rotinsulu • Selasa, 7 April 2026 | 13:06 WIB
Geraja Pantekosta di Indonesia
Geraja Pantekosta di Indonesia

 

Firman Tuhan yang menjadi dasar perenungan kita hari ini terdapat dalam:

Ibrani 7:21:Mazmur 110:4 TUHAN telah bersumpah, dan la tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."

Sejak awal, rencana keselamatan Allah sudah dinyatakan. Bahkan dalam Kejadian 3:15, kitab kejadian pun menggambarkan keberadaan Tuhan Yesus. Ini menunjukkan bahwa karya penebusan bukanlah sesuatu yang terjadi tiba-tiba, tetapi sudah dirancang oleh Allah sejak semula.

Mazmur juga menegaskan hal ini. Mazmur mesianik, mazmur yang mengambarkan kehadiran Tuhan Yesus. Dalam Mazmur tersebut, Allah menyatakan sumpah-Nya bahwa Yesus akan datang sebagai Imam yang kekal.

Karena itu, kita melihat bahwa Tuhan telah bersumpah dan sumpah-Nya tidak pernah berubah. Yesus hadir sebagai Imam untuk selama-lamanya. Imam adalah pribadi yang membawa korban, baik untuk penebusan, pengampunan dosa, maupun korban perdamaian.

Namun yang luar biasa, Yesus bukan hanya membawa korban Ia sendiri menjadi korban itu. Ia memberikan diri-Nya demi menebus umat manusia. Dosa membawa konsekuensi yang serius, yaitu maut. Sebab upah dosa adalah maut. Setiap dosa membuat manusia berhutang maut.

Tetapi kasih Tuhan dinyatakan melalui pengorbanan Yesus. Kita yang seharusnya menerima hukuman, justru digantikan oleh-Nya. Seperti yang ditegaskan dalam firman: Ibrani 7:22 Yesus sebagai jaminan.

Dalam Perjanjian Lama, korban yang dipersembahkan adalah darah binatang. Namun firman Tuhan berkata:
Ibrani 9:13 darah binatang hanya menyucikan jasmani kita.

Berbeda dengan korban Kristus:
Ibrani 9:14 persembahan diriNya sendiri kepada Alian sebagai persembahan yang tak bercacat yang menyucikan hati nurani,

Artinya, Yesus tidak hanya menyucikan secara lahiriah, tetapi juga menyentuh bagian terdalam manusia—hati nurani. Ketika hati nurani disucikan, hidup kita pun berubah. Kita tidak lagi ingin hidup dalam dosa, melainkan rindu hidup benar di hadapan Tuhan.

Hidup yang benar ini mendatangkan perkenanan Tuhan, sebab firman berkata:
1petrus 3:12 mata Tuhan tertuju kepada orang benar, dan telinganya kepada permohonan kita, tapi Tuhan menentang orang yang berbuat jahat.

Kembali ditegaskan:
Ibrani 7:22 Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang kuat.

Tidak ada jalan lain untuk keselamatan selain melalui Yesus. Dialah satu-satunya yang sanggup menyelamatkan manusia. Firman Tuhan menegaskan:
Ibrani 7:25 Tuhan Yesus yang dapat menyelamatkan dengan sempurna, Yesus sebagai pengantaran kita dengan Allah, semua yang datang pada Allah harus lewat Tuhan Yesus.

Yesus adalah perantara antara manusia dengan Allah. Tanpa Dia, manusia tidak dapat datang kepada Allah.

Dan akhirnya, kita melihat karakter Imam Agung kita:
Ibrani 7:26 imam yang saleh, tanpa salah tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa.

Yesus adalah Imam yang sempurna—kudus, tidak bercacat, dan sepenuhnya taat kepada kehendak Allah. Ia adalah Imam yang rela berkorban bagi umat-Nya.

Kiranya melalui firman ini, kita semakin memahami betapa besar kasih Tuhan melalui Yesus Kristus, Sang Imam Agung yang kekal.

Amin

 
Editor : Deiby Rotinsulu
#Ibrani 7 Ayat 21 Sampai 26 #Pdt Frans Kilap #Kasih Yang Menebus Sampai Tuntas #Khotbah Pantekosta