Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Lansia GMIM 12-18 April 2026, 1 Petrus 1:3-12 Percaya Kepada Dia Sekalipun Kamu Tidak Melihat-Nya

Aprilia Sahari • Rabu, 8 April 2026 | 10:46 WIB
Logo GMIM
Logo GMIM

 

Renungan Lansia GMIM 12-18 April 2026

Bacaan Alkitab: 1 Petrus 1:3-12
Tema: "Percaya Kepada Dia Sekalipun Kamu Tidak Melihat-Nya"

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Apa perbedaan orang Kristen dengan orang yang tidak percaya kepada Tuhan Allah? 

Ini perbedaannya! 

Orang Kristen memandang perjalanan hidup di dunia hanyalah sementara dan bukan tujuan akhir. 

Sedangkan bagi orang yang tidak percaya, perjalanan dan tujuan hidup berakhir di dunia ini.

Perbedaan pandangan ini sangat berpengaruh dan menentukan orientasi, cara dan kualitas hidup manusia. 

Pandangan hidup ini yang membedakan cara hidup jemaat Kristen mula-mula dengan masyarakat sekitar di mana mereka hidup. 

Karena itu, masyarakat di sekitar jemaat bingung dan kagum terhadap cara hidup orang Kristen yang senantiasa bersukacita walaupun sedang mengalami penderitaan karena berbagai hal dan tekanan penganiyayaan oleh penguasa.

Mereka bersukacita bukan sekadar karena perasaan senang biasa, tetapi karena sukacita rohani yang berasal dari hubungan dengan Yesus Kristus. 

Sukacita ini begitu dalam sehingga sulit diungkapkan dengan kata-kata. 

"Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan." 

Akan tetapi Rasul Petrus melihat ada gejala sebagian anggota jemaat mulai tidak tahan menghadapi penderitaan dan tekanan hidup. 

Ada yang mulai meninggalkan keyakinan dan sebagian lain, walaupun tetap beriman tetapi mulai berkompromi dengan cara hidup dunia sekitar. 

Karena itu, Rasul Petrus mengingatkan jemaat mengapa harus bergembira walaupun menderita, "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan." (Ayat 6)

Tidak ada manusia normal yang ingin hidup susah dan menderita, walaupun dalam realitas kehidupan semua manusia mengalaminya.

Sehingga semua upaya hidup manusia tujuannya untuk menghindar dari kesusahan dan penderitaan atau ingin hidup selamat sejahtera.

Rasul Petrus mengingatkan jemaat Korintus bahwa cara meraih hidup damai sejahtera harus berbeda dengan mereka yang tidak percaya?

Mengapa? 

Karena orang Kristen tidak hanya hidup di dunia ini. 

Hidup di dunia ini hanya sementara dan semua manusia pasti mati. 

Bagi orang Kristen setelah mati ada kehidupan lain, yaitu kehidupan kekal di sorga. 

Kendati orang yang tidak percaya tidak yakin ada kehidupan setelah kematian, namun tetap ada kehidupan bagi mereka stelah kematian, yaitu kehidupan kekal di neraka.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Apa akibat bagi orang yang tidak percaya ada kehidupan setelah kematian? 

Akibatnya adalah ketika penderitaan datang, mereka merasa dan berpikir hidup ini tidak berarti, semua sia-sia atau kehilangan makna hidup, mudah putus asa yang dalam atau stres, kehilangan motivasi untuk bertahan hidup, menyerah pada tekanan, mengorbankan kebenaran atau meninggalkan nilai-nilai yang keadian dan kebenaran. 

Fokus hidup mereka sering hanya pada kenyamanan, keamanan dan kesenangan/kenikmatan dunia. 

Sehingga ketika semua itu terganggu oleh penderitaan atau penganiayaan, seluruh hidup mereka terasa hancur luluh berantakan. 

Mereka kehilangan empati dan solidaritas sebagai kekuatan untuk menolong dan mengampuni. 

Mereka mudah menyimpan kepahitan, membalas kejahatan dan dipenuhi kemarahan. 

Apa beda dengan orang Kristen?

Kita percaya hidup di dunia ini hanya tempat persinggahan sementara menuju rumah yang kekal. 

Karena itu Rasul Petrus mengatakan, "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu." 

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Segala sesuatu di dunia ini bisa rusak dan hilang. 

Harta bisa habis atau hilang, rusak atau dicuri.

Tubuh bisa melemah dan sakit. 

Keadaan hidup bisa berubah.

Tetapi warisan yang Tuhan Allah sediakan bagi orang percaya tersimpan di sorga  dan tidak akan pernah hilang.

Itulah sebabnya orang percaya memiliki pengharapan, sekalipun hidup di dunia ini tidak selalu mudah. 

Rasul Petrus berkata bahwa kita akan menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, tidak akan hancur seperti hal-hal duniawi: tidak dapat cemar; tidak ternodai oleh dosa: dan tidak dapat layu; tidak akan memudar seperti bunga. 

Warisan ini tersimpan di sorga, artinya aman dalam pemeliharaan Tuhan Allah. 

Berbeda dengan kekayaan dunia yang bisa hilang, rusak, atau dicuri. 

Pengharapan ini yang menguatkan ketika orang Kristen menghadapi pergumulan dan penderitaan.

Sebab, iman yang diuji melalui penderitaan menjadi semakin murni. 

Rasul Petrus menggunakan gambaran orang percaya yang menderita seperti emas yang dimurnikan oleh api (ay.7).

Api tidak menghancurkan emas, tetapi memurnikannya.

Demikian juga penderitaan bukan untuk menghancurkan iman, tetapi untuk memurnikan iman orang percaya. 

Orang yang memiliki pengharapan hidup kekal di sorga akan tetap setia, karena kita tahu bahwa iman yang bertahan akan menghasilkan pujian, kemuliaan dan kehormatan pada saat Yesus Kristus datang kembali.

Firman Tuhan memberi jaminan, kita dipelihara dalam kekuatan Tuhan Allah karena iman sementara menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Rasul Petrus menunjukkan bahwa pengharapan akan kehidupan setelah kernatian adalah kekuatan utarna bagi orang percaya untuk bertahan dalam penderitaan dan penganiayaan.

Karena: 
1. Kita memiliki pengharapan hidup yang pasti.

2. Kita memiliki warisan kekal di sorga.

3. Penderitaan memurnikan iman kita.

4. Kasih kepada Yesus Kristus memberi sukacita yang tidak tergantung keadaan.

Sehingga orang percaya dapat berkata penderitaan sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa orang Kristen  memiliki hidup baru karena anugerah Tuhan Allah. 

Kita memiliki warisan kekal di sorga. 

Kita dipelihara oleh kuasa Tuhan Allah setiap hari.

Seperti emas dimurnikan, demikian juga hidup LANSIA yang telah melewati masa muda, pergumulan keluarga, sakit penyakit, kehilangan orang yang dikasihi, kesepian. 

Iman yang tetap bertahan adalah iman yang berharga di mata Tuhan Allah. 

Tubuh boleh melemah, tetapi pengharapan tidak menua.

Karena pengharapan kita bukan pada harta, anak cucu, kesehatan. 

Tetapi pada Yesus Kristus yang bangkit. 

Firman Tuhan mengingatkan, ada warisan yang tidak dapat binasa. 

Semakin usia bertambah, semakin dekat kita pada penggenapan janji Allah. 

Banyak hal dalam hidup ini tidak kita mengerti: Mengapa sakit datang?

Mengapa doa belum dijawab? 

Mengapa kehilangan terjadi? 

Namun orang Kristen harus berkata: "Aku tetap percaya."

Karena yang kita pegang bukan keadaan yang berubah-ubah, tetapi Yesus Kristus yang setia, yang tetap sama kemarin, hari ini dan esok. 

Sekalipun hidup penuh tantangan, kita tetap dapat berkata "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus."

Karena itu, percayalah sekalipun tidak melihat-Nya sambil tetap setia berdoa, tetap bersyukur, tetap berharap dan tetap mengasihi.

Karena di ujung perjalanan ini bukan kegelapan, melainkan perjumpaan dengan Yesus Kristus.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Seperti jemaat Kristen Korintus yang hidup 60 tahun setelah Yesus Kristus terangkat ke sorga, demikian kita juga tidak pernah melihat Yesus Kristus dengan mata jasmani secara langsung. 

Tetapi suatu hari nanti, ketika perjalanan hidup di dunia ini berakhir, kita akan melihat Dia muka dengan muka.

Bayangkanlah saat itu, ketika Yesus Kristus memanggil nama kita dengan lembut dan kita masuk  ke dalam rumah yang telah Ia sediakan bagi kita. 

Di sana tidak ada lagi sakit, tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi perpisahan.

Yang ada hanyalah damai dan sukacita bersama-Nya untuk selama-lamanya.

Karena itu selama kita masih diberi waktu hidup, mari kita tetap percaya kepada Tuhan Allah di dalam dan melalui Yesus Kristus yang telah mati menebus dosa kita dan yang bangkit mengalahkan maut serta naik ke sorga menyediakan tempat kehidupan kekal bagi  kita. 

Tetaplah bersyukur dan berharap kepada-Nya.

Sebab tangan yang menuntun kita sejak dahulu adalah tangan yang sama yang akan membawa kita pulang ke rumah Bapa. Amin.

Baca Juga: MTPJ GMIM 12-18 April 2026, 1 Petrus 1:3-12 Percaya Kepada Dia Sekalipun Kamu Tidak Melihat-Nya

Editor : Aprilia Sahari
#Lansia GMIM #GMIM #Renungan GMIM