Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah Pantekosta Yesaya 64:8 Pdt Yvonne Awuy Lantu, Kita di Tangan Sang Penjunan

Deiby Rotinsulu • Kamis, 9 April 2026 | 10:42 WIB
Pdt. Yvonne Indria Awuy Lantu adalah Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara
Pdt. Yvonne Indria Awuy Lantu adalah Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara

 

Pembacaan: Yesaya 64:8

Yesaya 64:8 Tetapi Engkau, ya TUHAN, Engkau Bapa kami, kami tanah liat, dan Engkau yang membentuk kami; kami semua adalah buatan tangan-Mu


Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa kita ini adalah tanah liat, dan Allah adalah Sang Penjunan yang membentuk hidup kita. Tanah liat tidak memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Ia sederhana, terbatas, dan sepenuhnya bergantung pada tangan yang membentuknya.

Demikian juga dengan kehidupan kita. Kita adalah manusia yang terbatas. Kita lahir dengan bantuan orang lain, kita hidup saling membutuhkan, dan pada akhirnya kita pun akan kembali ke tanah, dikuburkan oleh orang lain. Tidak ada yang dapat kita banggakan dari diri kita sendiri, sama seperti tanah liat yang tidak memiliki kemuliaan pada dirinya.

Hidup ini pun bersifat sementara. Apa yang sering kita kejar—harta, jabatan, pangkat—tidak ada yang kita bawa saat kita meninggal dunia. Pada akhirnya, gelar kita hanyalah “alm.” dan tempat perhentian kita hanya sepetak kubur. Harta dan emas pun akan dimakan ngegat dan karat.

Saudara-saudara,

Untuk menjadi berguna, tanah liat harus melalui proses. Ia harus dibersihkan dari batu-batuan dan kotoran, lalu dibentuk dan dipadatkan supaya menjadi kuat. Proses ini tidak mudah, tetapi sangat penting.

Begitu pula dengan kita. Tuhan membersihkan hidup kita dari hal-hal yang tidak berkenan kepada-Nya. Ia membentuk kita, memproses kita, bahkan terkadang melalui kesulitan dan pergumulan, supaya kita menjadi pribadi yang kuat dan siap dipakai.

Baca Juga: Khotbah Pantekosta Ibrani 10:25 Pdt Yvonne Awuy Lantu, Setia Beribadah Dalam Janji Tuhan yang Pasti

Tanah liat dibentuk sesuai kehendak penjunan. Ia tidak menentukan bentuknya sendiri. Penjunanlah yang menentukan tujuan dan maksudnya. Karena itu, sebagai tanah liat di tangan Tuhan, kita dipanggil untuk berserah kepada kehendak-Nya. Semakin kita berserah, semakin indah hasil yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.

Di tangan Allah, kita adalah tanah liat yang sudah dibersihkan dan sedang dibentuk. Kita dibentuk sesuai dengan kehendak-Nya dan untuk tujuan-Nya yang mulia. Sebagai ciptaan-Nya, kita dipanggil untuk melakukan kehendak Allah, Sang Pencipta kita.

Memang, mengikuti kehendak Tuhan tidak selalu mudah. Ada saat-saat kita menghadapi kesulitan dan pergumulan. Namun kita tidak sendiri. Ada tangan Tuhan yang menolong kita. Ada Tuhan Yesus yang menjaga dan menyertai kita, sehingga kita tetap kokoh dalam setiap keadaan.

Ketika Tuhan memilih kita untuk melayani, Dia juga yang akan memelihara dan memampukan kita.

Mazmur 65:5 Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus.

Saudara-saudara,

Ketika kita mau hidup sesuai dengan kehendak Sang Penjunan, Tuhan sendiri yang akan menjaga dan memelihara kita. Ia akan membentuk hidup kita menjadi indah dan berguna bagi pekerjaan-Nya.

Kiranya kita semua mau menjadi tanah liat yang taat di tangan Tuhan, dibentuk sesuai dengan kehendak-Nya, untuk kemuliaan nama-Nya. Amin. (*)

 

Editor : Deiby Rotinsulu
#Yesaya 64 ayat 8 #Kita di Tangan Sang Penjuna #Pdt Yvonne Awuy Lantu #Renungan Pantekosta