Renungan Lansia GMIM 19-25 April 2026
Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 10:34-43
Tema: Orang Yang Takut Akan Dia Dan Yang Mengamalkan Kebenaran Berkenan Kepada-Nya
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kita bersyukur menjalani hari-hari hidup ini karena kemurahan Tuhan Allah.
Kita dapat membangun keluarga, melihat dan memperhatikan anak cucu dan terus berkarya di tempat di mana Tuhan Allah menghadirkan kita.
Tantangan dan pergumulan sering melanda perjalanan hidup kita, namun kita tidak dapat pungkiri bahwa dalam keadaan demikian Tuhan Allah tidak membiarkan kita, melainkan menguatkan dan memampukan kita menjalaninya.
Bahkan kasih sayang-Nya memungkinkan kita mengalami banyak kemenangan dan sukacita dalam hidup ini.
Bacaan Alkitab kita hari ini menyaksikan bagaimana Rasul Petrus mengajar banyak orang di rumah Kornelius.
Sebelumnya dalam pasal 10:1-33 diceritakan tentang Kornelius seorang perwira pasukan Romawi, seorang saleh dan seisi rumahnya takut akan Tuhan Allah.
Dia mengalami penglihatan di mana seorang malaikat masuk ke rumahnya dan kemudian menyuruh dia untuk memanggil Simon Petrus yang berada di Yope.
Kornelius kemudian menyuruh dua orang hambanya dan seorang prajurit untuk menjemput Petrus di Yope.
Petrus kemudian dibawa ke rumah Komelius dan di situlah Petrus mengajar orang-orang yang ada di rumah itu.
Petrus menegaskan bahwa Tuhan Allah tidak membedakan orang.
Sepertinya Petrus menghubungkan kehadirannya di rumah Kornelius yang adalah perwira Romawi dengan penglihatannya tentang makanan yang di anggap najis menurut orang Yahudi, namun suara itu berkata, Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram (ayat 9-15).
Artinya bahwa, kalau selama ini Petrus dan orang Yahudi menganggap bahwa orang di luar Yahudi tidak dikenan oleh Tuhan Allah, kini ia menyadari bahwa merekapun dapat di terima oleh Tuhan Allah.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Yesus Kristus adalah sumber damai sejahtera dan Dia adalah Tuhan bagi semua orang.
Dialah yang menyembuhkan banyak orang dan membebaskan orang dari kuasa Iblis.
Dialah yang mati di salib namun bangkit pada hari ketiga.
Melalui Yesus Kristus damai sejahtera dan keselamatan dapat diperoleh.
Petrus memberi kesaksian bahwa kebangkitan Yesus Kristus adalah benar seperti yang disaksikannya dan para murid yang lain.
KebangkitanNya bukanlah ilusi dan cerita rekayasa dari para murid sebab mereka telah menjadi saksi bagaimana Yesus Kristus yang bangkit itu makan bersama mereka.
Itu berarti kebangkitan-Nya adalah fakta sejarah yang disaksikan para murid.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah hendak mengingatkan kita bahwa sesungguhnya Tuhan Allah menerima semua orang yang percaya kepada-Nya.
Ia berkenan atas hidup orang percaya yang taat dan setia serta takut akan Dia.
Sama seperti Petrus menyadari bahwa ternyata baik orang Yahudi maupun yang bukan Yahudi (Seperti Kornelius) dapat diterima oleh Tuhan Allah.
Sebab Dia tidak membedakan orang dari manapun ia datang.
Dengan kata lain, Yesus Kristus adalah Tuhan bagi semua orang sebab Dialah sumber damai sejahtera dan Dia pulalah yang dapat menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Hal ini mau menegaskan pula kepada kita bahwa hidup benar dan setia dan takut kepada-Nya sesungguhnya adalah respons kita atas keselamatan yang Ia berikan lewat peristiwa salib dan kebangkitanNya.
Kita diterima dan diselamatkan bukan karena usaha, upaya, amal atau kesalehan kita, melainkan keselamatan kita terima karena anugerah-Nya bagi kita.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Tuhan Allah saja tidak membeda-bedakan orang.
Siapapun dia dan dari manapun ia berasal dapat diterima-Nya sebab Ia adalah Tuhan dari semua orang.
Persoalan yang justru sering terjadi dalam kehidupan kita adalah kita sering membeda-bedakan satu dengan yang lain.
Kita sering menganggap kita lebih istimewa dari orang lain dan hanya kitalah yang pantas dikenan oleh Tuhan Allah.
Bahkan orang mulai membeda-bedakan satu dengan yang lain didasarkan pada status sosial, jabatan, pendidikan, ekonomi, latar belakang suku dan lain sebagainya.
Akibatnya tanpa kita sadari bahwa sikap-sikap seperti itu akhirnya melahirkan konflik dan perselisihan antara satu dengan yang lain.
Sehingga, Gereja bukan menjadi rumah bagi semua orang di mana kita mempunyai satu Tuhan yaitu Tuhan Yesus Kristus, melainkan hanya menjadi rumah bagi sekelompok orang dan yang lainnya terabaikan.
Janganlah hal seperti itu terjadi dalam kehidupan jemaat dan Gereja kita.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah mengajak kita, hiduplah benar di mana kebenaran di amalkan sebagai jawaban kita atas karya selamat Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang mati dan bangkit.
Kematian dan kebangkitan-Nya adalah karya Tuhan Allah yang agung bagi kita semua orang-orang yang sebenarnya tidak layak di hadapan-Nya.
Persitiwa itu telah membawa kita menerima kehidupan dan keselamatan.
Firman Tuhan Allah berkata di ayat 43, Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.
Oleh karena itu, hidup kita sekarang adalah hidup yang seharusnya berkenan kepada Tuhan Allah.
Kita jangan menyia-nyiakan keselamatan yang telah dianugerahkan itu.
Kita menjadi saksi-saksi yang memberitakan berita selamat itu lewat sikap dan tindakan kita sehari-hari.
Sebagai LANSIA, kita hadir di tengah keluarga, anak dan cucu dan juga di tengah jemaat dan masyarakat.
Kehadiran kita kiranya akan membuat banyak orang memuliakan Tuhan Allah dan damai sejahtera menjadi milik banyak orang.
Yesus Kristus memberkati kita, Amin.
Editor : Aprilia Sahari