Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Jumat 24 April 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 9:1-20, Bacaan Injil Yohanes 6:52-59

Fandy Gerungan • Rabu, 22 April 2026 | 15:16 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Paskah III (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 9:1-20

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,

dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.

Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"

Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.

Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."

Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.

Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.

Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"

Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,

dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."

Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.

Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."

Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.

Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."

Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."

Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.

Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.

Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 117:1,2

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!

Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Bacaan Injil Yohanes 6:52-59

Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."

Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Salve Sahabat Muda Katolik!, hidup sering terasa seperti perjalanan mencari arah. Kadang kita yakin dengan pilihan kita, merasa paling benar, paling tahu jalan. 

Tapi tanpa sadar, bisa saja kita sedang berjalan menjauh dari tujuan yang sebenarnya. Kisah Saulus mengingatkan bahwa semangat saja tidak cukup kalau arah hidup kita keliru.

Ada momen dalam hidup di mana semuanya seperti berhenti. Rencana tidak berjalan, hati terasa kosong, bahkan kita bingung harus melangkah ke mana. Pengalaman seperti ini sering dianggap sebagai kegagalan. 

Padahal bisa jadi itu adalah cara Tuhan menghentikan kita sejenak, supaya kita mulai melihat hidup dari sudut pandang yang baru.

Perubahan tidak selalu nyaman. Kadang harus melewati fase gelap, penuh pertanyaan, bahkan kehilangan rasa percaya diri. Tapi justru di situ kita belajar untuk tidak lagi mengandalkan diri sendiri sepenuhnya. 

Kita mulai belajar membuka hati dan memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita.

Di sisi lain, kita juga diajak belajar dari Ananias. Menjadi orang muda berarti juga berani mengambil langkah, meskipun belum sepenuhnya yakin. Kadang Tuhan bekerja lewat kita untuk menjangkau orang lain bahkan mereka yang kita anggap “tidak layak” atau “terlalu jauh.” 

Dibutuhkan keberanian untuk tetap berbuat baik, tetap peduli, dan tetap taat di tengah rasa ragu.

Injil hari ini mengingatkan bahwa hidup yang sejati bukan sekadar tentang pencapaian, popularitas, atau kesenangan sesaat. Ada sesuatu yang lebih dalam yang harus kita kejar: hubungan yang nyata dengan Tuhan. Dari situlah kita mendapat kekuatan, arah, dan makna hidup yang sebenarnya.

Untuk kamu yang masih mencari jati diri, jangan takut kalau hidup terasa belum jelas. Yang penting bukan seberapa cepat kamu sampai, tapi apakah kamu mau terus dibentuk. Tuhan tidak menunggu kamu sempurna dulu baru dipakai. Justru di tengah proses, di tengah ketidaksempurnaan itu, Tuhan bekerja.

Mungkin hari ini adalah saatnya berhenti sejenak dan bertanya: apakah aku masih berjalan dengan caraku sendiri, atau sudah mulai memberi ruang bagi Tuhan untuk memimpin?. Karena hidup yang benar-benar berubah selalu dimulai dari hati yang mau terbuka. (*)

 

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan