Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Minggu 26 April 2026, Hari Minggu Paskah IV, Hari Minggu Panggilan

Fandy Gerungan • Kamis, 23 April 2026 | 13:58 WIB
Perjamuan Malam Kudus
Perjamuan Malam Kudus

Hari Minggu Paskah IV, Hari Minggu Panggilan (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 2:14a,36-41

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 23:1-3a,3b-4,5,6

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan II 1 Petrus 2:20b-25

Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Bacaan Injil Yohanes 10:1-10

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.

Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.

Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik !, dalam hidup, ada saat-saat tertentu ketika hati kita tersentuh. Kita menjadi sadar bahwa ada hal yang perlu diperbaiki, ada sikap yang harus diubah, dan ada arah hidup yang perlu diluruskan. 

Namun sering kali, kesadaran itu berhenti sebagai perasaan sesaat, tanpa diikuti tindakan nyata.

Padahal, perubahan tidak terjadi hanya karena kita merasa tersentuh, melainkan karena kita berani mengambil keputusan untuk bertindak. Langkah kecil yang dilakukan dengan kesungguhan jauh lebih berarti daripada niat besar yang tidak pernah diwujudkan.

Sebagai orang muda, kita dihadapkan pada banyak pilihan. Kita bebas menentukan jalan hidup, tetapi kebebasan itu juga menuntut tanggung jawab. Memilih untuk hidup benar sering kali tidak mudah. 

Ada godaan untuk mengikuti arus, mencari kenyamanan, dan menghindari usaha yang lebih.

Namun justru dalam pilihan-pilihan itulah jati diri kita dibentuk. Ketika kita tetap memilih yang baik, meskipun sulit, di situlah kita bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dan dewasa.

Tidak jarang pula kita mengalami situasi di mana kebaikan kita tidak dihargai. Kita sudah berusaha bersikap benar, tetapi tetap disalahpahami atau bahkan dilukai. Dalam keadaan seperti ini, muncul keinginan untuk membalas atau menyerah.

Akan tetapi, kita diajak untuk tetap setia pada kebaikan. Kesabaran, pengendalian diri, dan keteguhan hati merupakan kekuatan sejati yang membedakan kita. Tetap berbuat baik di tengah kesulitan adalah tanda kedewasaan iman.

Di tengah dunia yang penuh dengan berbagai pengaruh, kita juga dihadapkan pada banyak “suara.” Suara yang datang dari lingkungan, media sosial, maupun tren kehidupan. Tidak semua suara tersebut membawa kita kepada kebaikan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar mengenali mana yang benar-benar menuntun hidup kita kepada kebaikan dan mana yang justru menjauhkan kita dari tujuan hidup yang sejati. Kepekaan hati menjadi kunci agar kita tidak mudah tersesat.

Saudara-saudari muda, hidup ini bukan tentang seberapa sering kita jatuh, melainkan tentang keberanian kita untuk bangkit dan kembali ke jalan yang benar. Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai langkah yang baru.

Semoga kita semua memiliki hati yang terbuka untuk mendengar, keberanian untuk berubah, dan keteguhan untuk tetap berjalan dalam kebaikan, sehingga kita dapat menjalani hidup yang bermakna dan penuh arah. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan