Setiap orang percaya pasti memiliki perjalanan iman yang tidak selalu mudah. Ada saat di mana kita merasa kuat dan penuh semangat, tetapi ada juga masa ketika kita menghadapi penolakan, kesulitan, bahkan keraguan.
Menariknya, tantangan dalam hidup bukan hanya datang dalam bentuk penderitaan, tetapi juga bisa hadir melalui keberhasilan dan pujian.
Melalui kisah pelayanan Paulus dan Barnabas dalam Kisah Para Rasul pasal 13 dan 14, kita diajak untuk melihat bagaimana kesetiaan kepada Tuhan diuji dalam berbagai situasi.
Dari penolakan hingga sanjungan, mereka tetap teguh dalam panggilan dan tidak kehilangan fokus pada tujuan utama: memberitakan kabar keselamatan.
Kisah Para Rasul Pasal 13
Pasal ini menceritakan awal perjalanan misi Paulus dan Barnabas.
Mereka diutus oleh Roh Kudus dari jemaat di Antiokhia. Dalam perjalanan, mereka memberitakan Injil di berbagai tempat, termasuk di Siprus.
Paulus juga menegur seorang tukang sihir bernama Elymas yang menentang Injil.
Selain itu, Paulus berkhotbah di rumah ibadat, menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan janji Allah.
Namun, tidak semua orang menerima Injil ada yang percaya, tetapi ada juga yang menolak dan mengusir mereka.
Pasal ini mengajarkan bahwa:
- Panggilan Tuhan itu jelas dan spesifik
Paulus dan Barnabas tidak pergi atas keinginan sendiri, tetapi karena diutus Roh Kudus.
Renungan: Apakah kita peka terhadap panggilan Tuhan dalam hidup kita? - Pelayanan pasti menghadapi tantangan
Penolakan dan perlawanan adalah bagian dari perjalanan iman.
Renungan: Apakah kita tetap setia ketika menghadapi penolakan? - Injil terbuka untuk semua orang
Banyak bangsa lain (non-Yahudi) menerima kabar keselamatan.
Renungan: Kasih Tuhan tidak terbatas apakah kita juga membuka diri untuk semua orang?
Kisah Para Rasul Pasal 14
Paulus dan Barnabas melanjutkan perjalanan ke Ikonium, Listra, dan Derbe.
Mereka memberitakan Injil dan banyak orang percaya, tetapi juga menghadapi penolakan keras.
Di Listra, Paulus menyembuhkan seorang lumpuh, sehingga orang-orang mengira mereka adalah dewa (Barnabas dianggap Zeus, Paulus Hermes).
Namun mereka menolak penyembahan itu dan mengarahkan kemuliaan hanya kepada Allah.
Paulus bahkan sempat dilempari batu dan disangka mati, tetapi ia bangkit kembali dan terus melayani.
Beberapa makna penting:
- Godaan bukan hanya penderitaan, tapi juga pujian
Ketika orang memuja mereka sebagai dewa, Paulus dan Barnabas langsung menolak.
Renungan: Apakah kita tetap rendah hati saat dipuji? - Kesetiaan dalam penderitaan
Paulus tetap bangkit dan melanjutkan pelayanannya walau hampir mati.
Renungan: Seberapa kuat iman kita saat mengalami kesulitan? - Menguatkan orang lain dalam iman
Mereka kembali mengunjungi jemaat untuk menguatkan mereka.
Renungan: Iman bukan hanya tentang diri sendiri, tapi juga membangun orang lain.
Kesimpulan Renungan
Dari pasal 13–14 kita belajar:
- Tuhan memanggil dan mengutus setiap orang dengan tujuan.
- Tantangan dan penolakan adalah bagian dari iman.
- Kerendahan hati sangat penting, baik saat susah maupun saat berhasil.
- Iman sejati tetap bertahan dalam segala keadaan.