Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah Pantekosta Lukas 12:13-21, Pdt Yvonne Awuy Lantu Bijak Mengelola Harta, Menjadi Kaya di Hadapan Tuhan

Deiby Rotinsulu • Jumat, 24 April 2026 | 15:25 WIB
Pdt. Yvonne Indria Awuy Lantu adalah Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara
Pdt. Yvonne Indria Awuy Lantu adalah Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara

 

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang bekerja keras untuk mengumpulkan harta. Tidak sedikit yang mengukur keberhasilan hidup dari seberapa banyak kekayaan yang dimiliki. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa ada hal yang jauh lebih penting daripada sekadar kekayaan dunia.


Perumpamaan Orang Kaya yang Bodoh

Dalam bacaan hari ini, diceritakan tentang seorang yang sangat kaya. Kekayaannya begitu melimpah hingga ia tidak lagi memiliki tempat untuk menyimpannya. Ia kemudian merencanakan untuk merobohkan lumbungnya yang kecil dan membangun yang lebih besar, agar semua hasil kekayaannya dapat tersimpan dengan aman.

Ia berkata dalam hatinya:

Lukas 12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, ter- timbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, mínumlah dan bersenang-sen- anglah!

Rencana orang kaya ini tampak baik menurut pandangannya sendiri. Setelah semua tersimpan dengan aman, ia ingin menikmati hidup dengan tenang dan penuh kesenangan.

Namun, apa yang dianggap baik oleh manusia belum tentu sejalan dengan kehendak Tuhan.


Teguran Tuhan

Firman Tuhan berkata:

Lukas 12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Orang kaya tersebut telah bekerja keras, mengumpulkan banyak hasil, dan menimbun kekayaan. Namun ketika Tuhan memanggilnya, semua yang telah dikumpulkannya tidak lagi memiliki arti baginya.

Ini menjadi peringatan bahwa hidup manusia berada dalam tangan Tuhan. Kita tidak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir.


Keterbatasan Hidup Manusia

Firman Tuhan juga mengingatkan:

1 timotius 6:7 sebab kita tidak membawa apa kedalam dunia dan kita juga tidak bisa bawa apa-apa meninggalkan dunia ini,

Kita datang ke dunia tanpa membawa apa-apa, dan saat meninggalkannya pun kita tidak membawa apa-apa. Tidak ada satu pun harta yang bisa kita bawa ke hadapan Tuhan.

Bisa saja di dunia kita dianggap kaya, tetapi di hadapan Tuhan kita justru miskin.


Menjadi Kaya di Hadapan Tuhan

Lalu bagaimana supaya kita tidak menjadi “orang kaya yang bodoh”?

Kita dapat menjadi kaya di dunia dan juga di sorga dengan cara menggunakan apa yang kita miliki untuk hal-hal yang berkenan kepada Tuhan.

Selama kita hidup, kita dipanggil untuk:

Apa yang kita berikan tidak hilang begitu saja, melainkan menjadi “titipan” di hadapan Tuhan. Semua itu akan menjadi upah dan pahala yang kekal.

Apa yang kita terima dari Tuhan kelak jauh lebih besar daripada apa yang kita “titipkan” selama hidup di dunia.


Mengumpulkan Harta di Surga

Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak hanya fokus mengumpulkan harta di bumi yang dapat rusak, hilang, atau dicuri. Sebaliknya, kita diajak untuk mengumpulkan harta di sorga harta yang kekal dan tidak akan pernah binasa.

Hidup kita terbatas. Segala yang kita miliki juga terbatas. Karena itu, gunakanlah apa yang ada pada kita untuk menjadi berkat bagi orang lain.


Pada akhirnya, hidup ini bukan tentang seberapa banyak yang kita kumpulkan, tetapi tentang bagaimana kita menggunakan apa yang Tuhan percayakan kepada kita.

Mari belajar untuk hidup bijaksana, tidak terikat pada kekayaan dunia, tetapi fokus pada nilai-nilai kekal bersama Yesus Kristus. Amin (*)

Editor : Deiby Rotinsulu
#Lukas 12 Ayat 13 Sampai 21 #Pdt Yvonne Awuy Lantu #Khotbah Pantekosta