Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Selasa 28 April 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 11:19-26, Bacaan Injil Yohanes 10:22-30

Fandy Gerungan • Senin, 27 April 2026 | 10:41 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Paskah IV (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 11:19-26

Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.

Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.

Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.

Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.

Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,

karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 87:1-3,4-5,6-7

Mazmur bani Korah: suatu nyanyian. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:

TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.

Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela

Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana."

Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.

TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela

Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."

Bacaan Injil Yohanes 10:22-30

Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.

Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.

Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."

Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,

tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Aku dan Bapa adalah satu."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, kadang jadi orang muda itu membingungkan. Banyak suara di sekitar kita teman, media sosial, tren, bahkan ekspektasi orang lain. Semua seperti “memanggil,” semua terasa penting. 

Tapi jujur saja, tidak semua suara itu membawa kita ke arah yang benar. Dalam kehidupan iman, ada satu hal sederhana tapi dalam: belajar mengenali suara Tuhan. 

Bukan suara yang selalu keras atau dramatis, tapi sering justru hadir dalam hal-hal kecil hati yang gelisah saat kita salah, dorongan untuk berbuat baik, atau rasa damai ketika kita memilih yang benar.

Masalahnya, kita sering lebih cepat mendengar suara lain. Suara yang bilang, “ikut saja yang ramai,” “tidak usah terlalu serius,” atau “yang penting enak sekarang.” Tanpa sadar, kita jadi jauh dari arah yang sebenarnya kita cari.

Orang-orang di awal Gereja justru menunjukkan hal sebaliknya. Mereka tidak hidup dalam situasi nyaman. Mereka tersebar, tidak pasti, bahkan tertekan. Tapi mereka tetap membawa iman ke mana pun mereka pergi. Mereka tidak menunggu hidup sempurna untuk jadi terang. Mereka memilih setia dalam kondisi apa pun.

Dan menariknya, identitas mereka sebagai pengikut Kristus tidak muncul dari pengakuan diri, tapi dari cara hidup mereka. Orang lain melihat sesuatu yang berbeda cara mereka mengasihi, bertahan, dan percaya.

Nah, ini yang jadi refleksi buat kita, kalau orang melihat hidupmu sekarang, apa yang mereka lihat?. Apakah mereka melihat seseorang yang mudah ikut arus?
Atau seseorang yang punya arah, meski tidak selalu mudah?.

Menjadi orang muda Katolik bukan berarti harus sempurna. Tapi berarti berani belajar mendengar suara yang benar, lalu perlahan mengikutinya. Kadang jatuh, kadang ragu, itu wajar. Tapi jangan berhenti bertumbuh.

Karena pada akhirnya, hidup kita akan dibentuk oleh suara yang paling sering kita dengar. Jadi hari ini, coba jujur pada diri sendiri: suara mana yang paling kamu ikuti?.

Dan mungkin, di tengah semua kebisingan itu, Tuhan sedang memanggilmu pelan-pelan bukan untuk jadi hebat di mata dunia, tapi untuk jadi setia dalam perjalananmu. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan