Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Rabu 29 April 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 12:24-13:5a, Bacaan Injil Yohanes 12:44-50

Fandy Gerungan • Senin, 27 April 2026 | 15:44 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Perayaan Wajib St. Katarina dari Siena (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 12:24-13:5a

Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang.

Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.

Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.

Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."

Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.

Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 67:2-3.5.6.8

supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.

Bacaan Injil Yohanes 12:44-50

Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;

dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.

Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, menjadi orang muda sering kali berarti hidup di tengah banyak pilihan dan suara yang saling bersaing. Ada keinginan untuk berkembang, mencari jati diri, mengejar mimpi. 

Tetapi di sisi lain ada juga rasa ragu, takut salah langkah, atau bahkan kehilangan arah. Dalam situasi seperti ini, iman bukan sekadar pelengkap, melainkan kompas yang menuntun langkah hidup.

Dalam kehidupan jemaat perdana, terlihat bagaimana mereka membangun kedekatan dengan Tuhan melalui doa dan kesediaan untuk mendengarkan. 

Dari keheningan itu lahirlah keberanian untuk mengambil keputusan besar, bahkan ketika keputusan itu menuntut pengorbanan. Mereka tidak hanya berhenti pada mendengar, tetapi berani melangkah dan mempercayakan masa depan kepada Tuhan.

Hal ini menjadi cermin bagi orang muda saat ini. Tidak cukup hanya mengetahui mana yang baik dan benar, tetapi dibutuhkan keberanian untuk melakukannya. 

Sering kali tantangan terbesar bukan terletak pada kurangnya pengetahuan, melainkan pada keraguan untuk bertindak. Padahal, setiap langkah kecil yang diambil dengan niat baik dapat menjadi awal dari perubahan yang besar.

Selain itu, hidup sebagai orang beriman berarti dipanggil untuk membawa terang di tengah lingkungan. Terang itu tidak harus berupa hal-hal besar atau spektakuler.  

Melainkan hadir dalam sikap sederhana seperti kejujuran, ketulusan, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam dunia yang kadang dipenuhi sikap acuh tak acuh, tindakan kecil yang tulus justru memiliki makna yang mendalam.

Orang muda Katolik dipanggil untuk tidak takut melangkah, meskipun jalan yang ditempuh tidak selalu mudah atau jelas. Kepercayaan kepada Tuhan memberikan kekuatan untuk tetap berjalan. 

Bahkan ketika situasi tidak pasti. Dari sanalah iman bertumbuh, bukan dalam kenyamanan, tetapi dalam keberanian untuk tetap setia.

Pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang mencapai tujuan pribadi, tetapi tentang bagaimana setiap langkah yang diambil dapat membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. 

Maka, penting untuk terus membuka hati, mendengarkan suara Tuhan dalam keheningan, dan berani menjawabnya dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan