Upus Ni Mama GMIM 3-9 Mei 2026
Bacaan Alkitab: 1 Yohanes 2:18-27
Tema: "Tidak Ada Dusta Yang Berasal Dari Kebenaran"
Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Kebenaran adalah sesuatu hal yang datangnya dari segala yang baik.
Dalam KBBI, kata benar artinya sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak
Pernahkah ibu-ibu mendengar istilah Berdusta untuk kebaikan?
Apakah akan ada kebaikan yang berasal dari dusta?
Kalau menurut ibu-ibu apakah kebaikan itu bisa dilandasi oleh dusta?
Atau mungkin apakah ibu-ibu pernah ada dalam situasi-situasi tertentu yang seolah-olah diharuskan untuk berdusta?
Ibu-ibu, apapun alasan kita berdusta, dusta itu adalah dosa dan itu bukan cerminan Karakter Allah, tetapi karakter penyangkal Yesus Kristus.
Kitab 1 Yohanes ini ditulis oleh Yohanes murid Yesus Kristus pada waktu ia tinggal di Efesus dan yang menjadi pembaca pertama adalah jemaat yang ada di asia kecil.
Melalui suratnya Yohanes ingin menyampaikan kepada jemaat agar tetap hidup dalam kebenaran dengan berlandaskan iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes menyatakan bahwa meskipun seorang antikristus dinubuatkan akan muncul, tetapi saat ini, ada banyak antikristus yang sudah ada dan itu berasal dari antara jemaat pada masa itu yang tidak sungguh-sungguh percaya.
Yohanes mau mengarahkan jemaat dalam menghadapi pengajar-pengajar sesat yang sedang menyesatkan mereka.
Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Penulis 1 Yohanes terus mengingatkan mereka yang menjadi alamat tulisan ini agar tetap hidup sesuai dengan apa yang telah mereka dengar sebelumnya yaitu Allah adalah terang dan Kristus adalah pengantara kita.
Dalam ayat 24 "Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu, hendaklah tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa".
Ayat ini menunjukan bahwa ketika kita hidup terus dalam firman maka kita hidup dalam Allah Bapa melalui Yesus Kristus.
Ini berbicara tentang persekutuan yang intim dengan Allah.
Hubungan kita dengan Tuhan terpelihara ketika kita setia pada kebenaran firman-Nya.
Ini menunjukan kita juga harus memiliki usaha dan tidak lelah untuk mempertahankan hidup dalam kebenaran itu sendiri.
Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Penulis 1 Yohanes menekankan bahwa roh antikristus ada melalui guru-guru palsu (1 Yohanes 2:18, 22).
Hal ini mau menyatakan bahwa antikristus akan bekerja dari dalam kekristenan itu sendiri dan menunjukkan bahwa kita sedang berhadapan dengan perusak iman Kristen.
Antikristus menentang kebenaran sebagaimana diungkapkan oleh Yesus, menggantikannya dengan pemahamannya sendiri tentang Yesus.
Orang-orang percaya diperintahkan waspada terhadap ancaman ini dengan cara terus hidup dan memiliki komitmen dalam Yesus Kristus.
Tema kita saat ini "Tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran" artinya penulis 1 Yohanes sedang berbicara tentang ajaran palsu dan menegaskan bahwa kebenaran Injil tidak pernah menghasilkan kepalsuan.
Kebenaran berasal dari Allah dan dusta tidak berasal dari Allah.
Allah adalah kudus dan benar.
Dalam Injil Yohanes 14:6 Yesus berkata, "Akulah kebenaran."
Artinya, kebenaran berakar pada Allah sendiri.
Oleh sebab itu sesuatu yang lahir dari Allah tidak mungkin menghasilkan kebohongan.
Sehingga Jika kita temui di sekitar kita ada pengajaran yang menyimpang dari Kristus maka kita harus tegas menolaknya karena sudah jelas itu bukan berasal dari kebenaran Allah.
Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Seorang ibu memiliki peran besar dalam membentuk karakter dalam keluarga.
Jika ibu mampu menanamkan bahwa kebenaran menjadi nilai yang penting dalam hidup, maka rumah akan menjadi tempat yang aman untuk berkata jujur.
Sebagai ibu-ibu Tuhan, kita di ajak untuk menjadi pembawa kebenaran bagi keluarga, jemaat dan masyarakat.
Karena tidak dapat di pungkiri bahwa seringkali dengan banyaknya tanggung jawab sebagai istri, mama, oma, seringkali kita mudah jatuh dalam pencobaan pada akhirnya kita jadi sensitif, cepat marah dan tidak mampu mengendalikan emosi.
Di saat seperti inilah kita harus waspada karena jika kita tidak memiliki iman yang kuat kita akan menjadi gampang terpengaruh dengan ajaran-ajaran palsu yang terkadang menyerang perasaan kita sebagai perempuan.
Kita akan diintimidasi melalui pikiran bahwa kita tidak dihargai, kita tidak dimengerti, kita tidak dikasihi dan pada akhirnya kita saling menyalahkan satu dengan yang lain.
Bagaimana kita dapat terhindar dari hal-hal yang demikian?
Jawabannya adalah hiduplah dalam kebenaran di dalam Tuhan Yesus Kristus melalu taat beribadah, rajin membaca firman dan melakukan apa yang baik dan benar.
Sering kali kita sebagai manusia menolak kebenaran, karena kebenaran itu menuntut perubahan.
Kebenaran menyingkapkan isi hati dan kebenaran menunjukkan dosa, namun yang harus kita sadari bahwa tidak semua orang siap untuk itu.
Dalam 2 Timotius 4:3-4 dikatakan bahwa "Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya; dan mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng."
Bukankah ini sangat nyata di zaman saat ini?
Banyak orang lebih suka mendengar apa yang menyenangkan walaupun itu salah daripada apa yang benar.
Silahkan bertanya kepada diri kita sendiri sebagai ibu-ibu Tuhan, sejauh mana saya setia pada kebenaran akan Kristus? dan mari berdoa seperti pemazmur "Selidiki aku ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku, lihatlah apakah jalanku serong dan tuntunlah aku dijalan yang kekal" (Maz.139:2324).
Melalui doa ini, kiranya WKI GMIM dimurnikan dari perbuatan dosa karena menjauhkan diri dari dusta.
Ingat, tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. Amin
Pertanyaan Untuk Diskusi:
1. Apa yang ibu-ibu pahami tentang "Tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran" dihubungkan dengan antikristus
menurut bacaan Alkitab dalam 1 Yohanes 2:18-27?
2. Apa solusi supaya terhindar dari bahaya dusta?
Baca Juga: MTPJ GMIM 3-9 Mei 2026, 1 Yohanes 2:18-27 Tidak Ada Dusta Yang Berasal Dari Kebenaran
Editor : Aprilia Sahari