Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Umat Katolik, Hari Kamis 30 April 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 13:13-25, Bacaan Injil Yohanes 13:16-20

Fandy Gerungan • Selasa, 28 April 2026 | 09:28 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Paskah IV (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 13:13-25

Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.

Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.

Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, pejabat-pejabat rumah ibadat menyuruh bertanya kepada mereka: "Saudara-saudara, jikalau saudara-saudara ada pesan untuk membangun dan menghibur umat ini, silakanlah!"

Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata: "Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah!

Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang luhur Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.

Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun.

Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka

selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun. Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman nabi Samuel.

Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya.

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 89:2-3,21-22,25,27

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:

maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

Musuh tidak akan menyergapnya, dan orang curang tidak akan menindasnya.

Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai.

Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.

Bacaan Injil Yohanes 13:16-20

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.

Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i dalam hidup, banyak orang ingin terlihat besar, dihormati, dan dianggap penting. Namun bacaan hari ini justru menunjukkan jalan yang berbeda. Paulus berdiri di tengah umat bukan untuk meninggikan dirinya, tetapi untuk mengingatkan bahwa sepanjang sejarah, Tuhanlah yang bekerja. 

Dari masa nenek moyang, masa perbudakan, perjalanan di padang gurun, sampai hadirnya Yesus, semuanya adalah bukti bahwa Tuhan setia menuntun umat-Nya, bahkan ketika manusia sering jatuh dan gagal.

Sering kali orang muda merasa hidupnya biasa saja. Masa lalu penuh kesalahan, keluarga punya banyak masalah, atau masa depan terasa tidak jelas. 

Tetapi melalui kisah ini kita diingatkan bahwa Tuhan sanggup menulis rencana indah melalui perjalanan yang panjang dan tidak selalu mudah. Tuhan tidak hanya bekerja pada masa lalu para tokoh Kitab Suci, tetapi juga sedang bekerja dalam hidupmu hari ini.

Injil mengajarkan bahwa seorang murid tidak lebih besar dari gurunya. Artinya, mengikuti Yesus berarti belajar rendah hati, taat, dan siap melayani. Dunia mengajarkan untuk mencari posisi tertinggi, tetapi Yesus mengajarkan kebesaran sejati ada dalam kesediaan melayani tanpa pamrih. 

Orang yang mau membantu teman, menghormati orang tua, jujur saat sulit, dan tetap baik walau tidak dipuji, sedang berjalan di jalan Kristus.

Yesus juga mengingatkan bahwa tidak semua orang akan setia. Akan ada pengkhianatan, kekecewaan, dan orang yang melukai hati kita. Namun Yesus sudah lebih dulu mengalami semuanya. 

Karena itu saat kita kecewa, jangan berhenti percaya. Ketidaksetiaan manusia tidak pernah mengalahkan kesetiaan Tuhan.

Untuk orang muda Katolik, pesan hari ini sangat jelas: jangan sibuk mencari pengakuan, tetapi jadilah pribadi yang berguna. Jangan takut dengan masa lalu, karena Tuhan bisa mengubahnya menjadi berkat. 

Jangan putus asa ketika dikhianati, sebab Tuhan tetap berjalan bersamamu. Dan jangan hanya tahu ajaran Tuhan, tetapi hiduplah di dalamnya.

Hari ini mari bertanya pada diri sendiri: apakah aku ingin sekadar terlihat hebat, atau sungguh menjadi murid yang setia?. Sebab hidup yang sederhana tetapi taat kepada Tuhan jauh lebih berharga daripada hidup yang dipuji manusia tetapi kosong di hadapan-Nya. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #Renungan