Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bina Remaja GMIM 3-9 Mei 2026, 1 Yohanes 2:18-27 Tidak Ada Dusta Yang Berasal Dari Kebenaran

Aprilia Sahari • Selasa, 28 April 2026 | 09:28 WIB
LOGO REMAJA GMIM.
LOGO REMAJA GMIM.

Bina Remaja GMIM 3-9 Mei 2026

Bacaan Alkitab: 1 Yohanes 2:18-27
Tema: "Tidak Ada Dusta Yang Berasal Dari Kebenaran"

Dusta (Yun. Pseudos) artinya tipu, palsu, kebohongan yang sengaja disebar. 

Sedangkan kebenaran (Yun. Aletheia) berarti  jujur, sungguh, benar-benar dalam kebenaran. 

Dua kata ini sangat bertentangan. Penulis Surat 1 Yohanes, yang dipercaya adalah Rasul Yohanes atau muridnya, sedang menunjukkan bahwa yang dusta itu tidak pernah benar dan tidak pernah berasal dari kebenaran. 

Mengapa demikian? Sebab jemaat di masa itu sedang menghadapi banyak ajaran palsu yang menyangkal Yesus Kristus adalah Mesias yang dijanjikan. 

Tuhan yang datang sebagai manusia untuk menebus dosa. 

Sedihnya lagi, mereka yang menyebar kebohongan itu, berbicara dengan menggunakan firman dan ajaran kristen untuk meyakinkan orang-orang bahwa Yesus bukanlah Tuhan.

Ajaran itu dusta.

Orang yang menyebarkannya adalah pendusta.

Mereka adalah antikristus. (lih. ayat 21-22).

Yesus adalah Tuhan.

Dia adalah Allah yang menjadi manusia demi menyelamatkan umat-Nya. 

Ini kebenaran absolut.

Segala sesuatu yang menentang hal ini adalah dusta. 

Apapun alasan yang dikemukakan, ajaran yang menyangkal ke-Ilahi-an Yesus adalah penyesatan. 

Tidak ada kebenaran di dalamnya. 

Firman Tuhan saat ini mengingatkan orang percaya agar berhati-hati menghadapi penyesatan. 

Di era post-truth ini, orang lebih mudah percaya pada apa yang viral, yang disampaikan influencer, yang sesuai kata hati, cocok dengan perasaan meski tidak pada kebenaran yang sesungguhnya. 

Surat Yohanes menegur, kebenaran itu selalu berpatokan pada Yesus dan firman-Nya, bukan pada perasaan, trend, atau pendapat mayoritas orang.

Sebagai remaja gereja, lakukan hal ini menghadapi penyesatan:
1. Beri diri dipimpin oleh Roh Kudus. Berdoa minta Roh Kudus menuntun agar dapat mengenali kebenaran di dalam Kristus. Lalu lakukan apa yang Tuhan kehendaki. Sebab kamu tidak bisa meminta Roh Kudus menunjukkan kebenaran, tapi di sisi lain kamu hidup dalam pelanggaran. 

Mengapa dipimpin oleh Roh Kudus adalah yang sangat dibutuhkan orang percaya? 
- Roh Kudus memberikan hikmat untuk membedakan kehendak Tuhan atau bukan 
- Roh Kudus menginsyatkan akan dosa 
- Roh Kudus mengingatkan akan perintah Tuhan Roh Kudus menguatkan dalam kelemahan
- Roh Kudus menghibur saat sedih
- Roh Kudus memampukan untuk selalu mengucap syukur 

2. Tinggal di dalam Tuhan. Bertekun untuk hidup benar dengan setia. Tetap jujur meski menanggung resiko. Memilih mengampuni meski punya kesempatan membalas. Selalu bersyukur dan menjadi orang baik meski keadaan tidak baik. Semua hal ini dapat dilakukan meski tidak mudah, saat kita memiliki relasi yang dekat Tuhan. Sebab diluar Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. 

3. Uji setiap informasi/pengajaran.
- Apakah ini sesuai dengan kesaksian Alkitab?
- Apakah ini memulialcan Tuhan Yesus? 
- Apakah ini membawa dampak rohani?

Banjir informasi di era digital ini mengharuskan kita untuk selalu memeriksa setiap pengajaran atau informasi yang diterima.

Yang tampak benar belum tentu Alkitabiah.

Algoritma mengatur informasi/tontonan apa yang diberikan untuk setiap orang berdasarkan aktivitas orang tersebut di telepon genggamnya.

Jadi, berhati-hatilah.

Yang cocok dengan perasaan belum tentu sesuai kata Tuhan. 

Ingatlah ini, kalau kita jauh dari Tuhan, Sang pusat kebenaran, maka kita akan mudah terperdaya dusta. 

Sebaliknya, ketika kita dekat dengan Tuhan, kita akan dengan mudah mengenali dan membedakan mana yang benar dan mana yang sesat.

Jangan biarkan keadaan dunia mengaburkan pandanganmu terhadap Kristus. Amin. 

Baca Juga: MTPJ GMIM 3-9 Mei 2026, 1 Yohanes 2:18-27 Tidak Ada Dusta Yang Berasal Dari Kebenaran

Editor : Aprilia Sahari
#Bina Remaja #Remaja GMIM #GMIM #Renungan GMIM