Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Lansia GMIM 3-9 Mei 2026, 1 Yohanes 2:18-27 Tidak Ada Dusta Yang Berasal Dari Kebenaran

Aprilia Sahari • Selasa, 28 April 2026 | 09:36 WIB
Logo GMIM
Logo GMIM

Renungan Lansia GMIM 3-9 Mei 2026

Bacaan Alkitab: 1 Yohanes 2:18-27
Tema: "Tidak Ada Dusta Yang Berasal Dari Kebenaran"

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kita barangkali pernah mendengar suatu kelompok yang menamakan dirinya Kristen Progresif.

Mereka adalah kelompok orang-orang yang menolak ke-Tuhanan Yesus Kristus dan hanya memandang-Nya sebagai sosok teladan sosial dan moral. 

Pemahaman kelompok ini telah menimbulkan kebingungan di antara jemaat. 

Dan masih banyak ajaran-ajaran lain yang nampaknya Kristen tetapi justru bertolak belakang dengan apa yang ditulis di dalam Alkitab.

Demikian pula, banyak orang yang telah mengaku percaya kepada Yesus Kristus, kemudian berbalik dan menyangkal Dia, oleh karena berbagai alasan seperti; ekonomi, cinta, tekanan politik dan sebagainya. 

Dalam konteks seperti ini, semua orang  percaya dituntut untuk memelihara iman kepada Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat dan tidak menyangkalNya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperhatikan peringatan yang diajarkan dalam firman yang kita baca dan akan renungkan. 

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Injil 1 Yohanes 2:18-27 dimulai dengan sapaan kepada jemaat: Anak-anakku. Kata Yunani yang digunakan adalah paidia dari paidion yang artinya: anak kecil (infant). 

Kata ini juga merujuk pada orang yang pemahamannya belum berkembang (undeveloped understanding), yang masih kurang memahami. 

Arti yang kedua ini, bisa dipahami sebagai kondisi jemaat. 

Jemaat sementara menghadapi ancaman penyesatan yang datang dari para antikristus yang telah muncul di tengah jemaat dan berupaya menyesatkan jemaat. 

Di tengah pergumulan ini, rasul Yohanes mengajarkan bahwa hari kedatangan Yesus Kristus akan segera datang.

Tandanya adalah dengan kemunculan antikristus (Yun: antichristos) di tengah jemaat. 

Rasul Yohanes menjelaskan bahwa para antikristus ini adalah orang-orang yang ada di antara jemaat dan mereka menyangkal ke-Tuhanan Yesus Kristus dan menolak kebenaran tentang karya selamat yang dikerjakanNya sebagai pemenuhan kehendak Tuhan Allah Bapa. 

Ia menegaskan bahwa jemaat adalah orang-orang yang telah menerima pengurapan dari Yang Kudus, yaitu Roh Kudus.

Dengan pengurapan tersebut, mereka telah diberi kemampuan untuk mengetahui, mengerti dan mempercayai kebenaran (Yun: aletheia) tentang Allah Bapa dan Anak. 

Kebenaran bahwa Tuhan Allah Bapa telah mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk menebus dosa manusia dengan menyerahkan hidup-Nya di kayu salib sehingga semua orang yang percaya memperoleh hidup kekal.

Inilah pengajaran yang telah jemaat dengar dari mulanya (ayat 24). 

Rasul Yohanes dengan tegas meminta jemaat untuk tetap tinggal di dalam pengajaran tersebut, yang akan membuat mereka tetap tinggal di dalam Bapa dan Anak.

Tidaklah mungkin mereka yang telah menerima pengurapan Roh Kudus kemudian menyangkal sesuatu yang telah diterima sebagai kebenaran. 

Itu adalah dusta (Yun: pseudos). 

Mereka yang telah menerima pengurapan Roh Kudus tidak akan menyangkal ke-Tuhanan Yesus Kristus, juga tidak akan menyangkal Allah Bapa dan Anak, yang merupakan kebenaran.

Ia mengatakan bahwa para antikristus ini adalah sungguh-sungguh termasuk pada kita [jemaat](ayat 19). 

Merekalah orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu (ayat 26).

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Rasul Yohanes mengajarkan hal ini untuk menguatkan dan mendorong jemaat agar memelihara/memegang kebenaran yang telah mereka terima dan percaya tentang Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat. 

Orang yang telah menerima pengurapan Roh Kudus tidak akan berkata dusta dan menjadi pendusta, tetapi mereka akan menjadi pemberita kebenaran kepada dunia. 

Ia mengingatkan jemaat bahwa ada penyesat, yaitu antikristus yang sementara menyesatkan mereka,karena itu mereka harus waspada jangan mau disesatkan.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Kita sekarang hidup di tengah dunia penuh kepalsuan dan menawarkan begitu banyak ajaran-ajaran yang dapat menyesatkan. 

Firman hari ini menasihati hendaklah kita tetap percaya pada pengajaran yang telah kita terima dan imani tentang Tuhan Allah yang menyelamatkan kita melalui karya Anak-Nya Yesus Kristus. 

Hendaklah kita tetap percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat yang satu-satunya dan tidak ada yang lain. 

Hendaklah kita menjadi pemberita kebenaran kepada dunia bahwa Yesus Kristus adalah benar-benar Tuhan dan Juruselamat.

Dia adalah Allah yang berinkarnasi demi menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. 

Untuk menjadi pemberita kebenaran, kita harus terlebih dahulu sungguh-sungguh percaya pada kebenaran tersebut sehingga kita tidak akan menyebarkan dusta dan tidak menjadi pendusta yang menyesatkan. 

Demikian pula, hendaklah kita waspada terhadap ajaran-ajaran yang mencoba menyesatkan kita. 

Sebagai orangtua, mari kita dampingi dan ajarkan kepada anak-anak dan cucu-cucu kita tentang pokok pengakuan iman Kristen bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Dunia menawarkan banyak hal yang menggoda dan seringkali dengan cara-cara yang tidak kita sadari.

Kita harus membantu anak-anak dan cucu-cucu untuk waspada pada ajaran-ajaran yang menyesatkan seperti itu. 

Sebab itu adalah tanggungjawab kita mewariskan iman Kristen kepada anak keturunan. Amin 

Baca Juga: MTPJ GMIM 3-9 Mei 2026, 1 Yohanes 2:18-27 Tidak Ada Dusta Yang Berasal Dari Kebenaran

Editor : Aprilia Sahari
#Lansia GMIM #GMIM #Renungan GMIM