Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Umat Katolik, Hari Jumat 1 Mei 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 13:26-33, Bacaan Injil Yohanes 14:1-6

Fandy Gerungan • Selasa, 28 April 2026 | 10:07 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Paskah IV (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 13:26-33

Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat.

Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh.

Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur.

Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.

Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.

Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita,

telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 2:6-7.8-9.10-11

"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!"

Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.

Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."

Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!

Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Bacaan Injil Yohanes 14:1-6

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."

Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i dalam perjalanan hidup, setiap orang pernah merasakan kegelisahan. Ada kekhawatiran tentang kesehatan, keluarga, pekerjaan, masa depan anak-anak, atau persoalan yang terasa tidak kunjung selesai. 

Hati manusia mudah gelisah ketika berhadapan dengan hal yang tidak pasti. Namun sabda Tuhan hari ini mengingatkan bahwa di tengah segala kecemasan, kita dipanggil untuk tetap percaya kepada Tuhan.

Bacaan pertama menunjukkan bahwa apa yang tampak sebagai kekalahan ternyata diubah Allah menjadi kemenangan. Yesus yang ditolak dan disalibkan justru dibangkitkan. 

Dari sini kita belajar bahwa Tuhan mampu bekerja bahkan melalui peristiwa yang paling menyakitkan sekalipun. Kadang kita tidak mengerti mengapa harus mengalami kesulitan, tetapi Tuhan sanggup mengubah air mata menjadi berkat dan luka menjadi kekuatan.

Dalam Injil, Yesus menenangkan hati para murid yang sedang bingung. Ia mengajak mereka untuk percaya dan tidak membiarkan hati dikuasai ketakutan. 

Pesan ini juga berlaku bagi kita hari ini. Saat hidup terasa berat, Tuhan tidak menjanjikan jalan yang selalu mudah, tetapi Ia menjanjikan penyertaan-Nya. Kita tidak berjalan sendirian.

Yesus juga menunjukkan bahwa Dialah jalan menuju Bapa. Artinya, ketika kita tidak tahu harus melangkah ke mana, kita diajak kembali kepada Kristus. 

Melalui doa, Ekaristi, sabda Tuhan, dan kasih kepada sesama, kita diarahkan kembali pada jalan yang benar. Dunia menawarkan banyak jalan pintas, tetapi hanya jalan Tuhan yang membawa damai sejati.

Sebagai umat Katolik, kita diajak untuk tidak hidup dalam kecemasan terus-menerus. Serahkanlah apa yang tidak bisa kita kendalikan kepada Tuhan, dan kerjakan dengan setia apa yang ada di tangan kita hari ini. 

Percayalah bahwa Tuhan sedang menyediakan sesuatu yang baik, meski saat ini belum terlihat.

Hari ini marilah kita belajar tenang di hadapan Tuhan. Jika hati gelisah, datanglah kepada-Nya. Jika pikiran penuh beban, serahkanlah kepada-Nya. Jika langkah terasa berat, mintalah kekuatan dari-Nya. 

Bersama Tuhan, tidak ada perjalanan hidup yang sia-sia, sebab setiap langkah akan diarahkan menuju keselamatan dan sukacita sejati. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #Renungan