Pembacaan Alkitab: Roma 12:16-18
Tema: SEHATI SEPIKIR DALAM HIDUP BERSAMA
“Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama...”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hidup bersama bukanlah sesuatu yang mudah. Semakin banyak orang dalam satu komunitas, semakin besar pula potensi perbedaan. Ada perbedaan karakter, latar belakang, cara berpikir, bahkan cara melayani Tuhan.
Di satu sisi, perbedaan ini adalah kekayaan. Tetapi di sisi lain, jika tidak dikelola dengan baik, perbedaan bisa menjadi sumber konflik.
Karena itu, firman Tuhan hari ini memberikan satu panggilan yang sangat penting: hidup sehati sepikir.
1. Arti Sehati Sepikir yang Sesungguhnya
Dalam pemahaman umum, “sehati sepikir” sering diartikan sebagai kesamaan pendapat. Seolah-olah semua orang harus berpikir sama, berbicara sama, dan bertindak sama. Namun, firman Tuhan tidak sedang menuntut keseragaman.
Sehati sepikir bukan berarti:
• Semua orang harus setuju dalam segala hal
• Tidak boleh ada perbedaan pendapat
• Harus memiliki kepribadian yang sama
Sebaliknya, sehati sepikir berarti memiliki satu arah hati dan tujuan yang sama, yaitu memuliakan Tuhan.
Dalam bahasa Yunani, ungkapan ini mengarah pada “memiliki pikiran yang sama,” tetapi bukan dalam arti seragam, melainkan selaras. Seperti sebuah orkestra: setiap alat musik berbeda, tetapi menghasilkan satu harmoni yang indah.
Paulus menjelaskan hal ini juga dalam Filipi 2:2—satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Dan dalam Efesus 4:4-6—satu tubuh, satu Roh, satu Tuhan. Jadi, inti dari sehati sepikir adalah kesatuan dalam Kristus.
2. Realita: Perbedaan Itu Nyata
Jemaat di Roma adalah jemaat yang bertumbuh pesat. Tetapi di balik pertumbuhan itu, ada tantangan besar: perbedaan.
Ada perbedaan latar belakang:
• Orang Yahudi dan non-Yahudi
• Orang kaya dan miskin
• Orang dengan berbagai karunia rohani
Semua ini bisa menjadi kekuatan, tetapi juga bisa menjadi sumber perpecahan.
Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan kita:
• Dalam keluarga, ada perbedaan pendapat
• Dalam gereja, ada perbedaan cara pelayanan
• Dalam masyarakat, ada perbedaan pandangan
Perbedaan tidak bisa dihindari. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah: bagaimana kita menyikapinya?
3. Kunci Sehati Sepikir: Kerendahan Hati
Paulus tidak hanya berkata “sehati sepikir,” tetapi juga menambahkan nasihat penting: hiduplah dalam kerendahan hati. Mengapa kerendahan hati penting?
Karena tanpa kerendahan hati:
• Kita merasa paling benar
• Kita sulit menerima pendapat orang lain
• Kita mudah tersinggung
• Kita cenderung memaksakan kehendak
Kerendahan hati membuat kita:
• Mau mendengar
• Mau belajar
• Mau mengalah
• Mau menghargai orang lain
Sehati sepikir bukan dimulai dari kesamaan pikiran, tetapi dari kerendahan hati.
4. Meneladani Pikiran Kristus
Dalam Filipi 2:5, Paulus berkata: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”
Inilah standar sejati dari sehati sepikir. Yesus, walaupun adalah Tuhan, tidak mempertahankan hak-Nya. Ia merendahkan diri. Ia taat. Ia melayani.
Jika kita memiliki pikiran Kristus:
• Kita tidak mencari kepentingan sendiri
• Kita tidak mengejar pujian
• Kita tidak memaksakan kehendak
Sebaliknya, kita akan:
• Mencari kebaikan bersama
• Mengutamakan kesatuan
• Mengasihi tanpa syarat
5. Hidup dalam Damai dengan Semua Orang
Ayat 18 berkata: “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.”
Perhatikan, Paulus berkata “sedapat-dapatnya.” Artinya, tidak semua orang akan merespon dengan damai. Tetapi bagian kita adalah melakukan yang terbaik.
Kita tidak bisa mengontrol orang lain. Tetapi kita bisa mengontrol sikap kita.
Hidup dalam damai berarti:
• Tidak mudah memicu konflik
• Tidak memperbesar masalah
• Mau berdamai
• Mau mengampuni
Damai bukan berarti tidak ada masalah, tetapi bagaimana kita menghadapi masalah dengan sikap yang benar.
6. Persatuan Adalah Proses
Sebuah tulisan rohani dalam This Day With God mengingatkan bahwa persatuan bukan sesuatu yang terjadi sekali jadi. Persatuan adalah proses yang harus diusahakan.
Kita harus:
• Berdoa untuk persatuan
• Berjuang untuk mempertahankannya
• Melatih diri untuk hidup dalam kasih
Persatuan tidak otomatis terjadi hanya karena kita berada dalam satu gereja. Persatuan harus dibangun. Dan membangun persatuan membutuhkan komitmen.
7. Hambatan dalam Sehati Sepikir
Mengapa kita sering gagal hidup sehati sepikir? Beberapa hambatan yang umum:
• Kesombongan
• Egoisme
• Iri hati
• Persaingan
• Kurangnya komunikasi
Kadang, hal kecil bisa menjadi besar karena tidak diselesaikan dengan baik.
Misalnya:
• Salah paham yang dibiarkan
• Perkataan yang melukai
• Sikap yang tidak peka
Jika tidak ditangani, hal-hal ini bisa merusak kesatuan.
8. Membangun Kesatuan dalam Praktik
Bagaimana kita bisa hidup sehati sepikir dalam kehidupan sehari-hari?
Pertama, fokus pada tujuan yang sama.
Ingat bahwa kita dipanggil untuk memuliakan Tuhan, bukan diri sendiri.
Kedua, hargai perbedaan.
Perbedaan bukan ancaman, tetapi kekayaan.
Ketiga, komunikasikan dengan baik.
Jangan simpan masalah. Bicarakan dengan kasih.
Keempat, belajar mengampuni.
Tidak ada hubungan tanpa luka. Tetapi pengampunan memulihkan.
Kelima, rendah hati.
Bersedia mengalah demi kebaikan bersama.
9. Dampak dari Hidup Sehati Sepikir
Ketika kita hidup dalam kesatuan, banyak hal indah terjadi:
• Persekutuan menjadi kuat
• Pelayanan menjadi efektif
• Sukacita bertambah
• Tuhan dimuliakan
Sebaliknya, jika tidak ada kesatuan:
• Konflik mudah terjadi
• Pelayanan terhambat
• Kesaksian menjadi lemah
Dunia sedang melihat bagaimana kita hidup. Kesatuan kita adalah kesaksian kita.
10. Menggunakan Semua untuk Kemuliaan Tuhan
Saudara-saudari, sering kali kita lupa bahwa semua yang kita miliki berasal dari Tuhan:
• Talenta
• Karunia
• Kesempatan
• Posisi
Jika kita menyadari ini, maka tidak ada alasan untuk menyombongkan diri. Sebaliknya, kita akan menggunakan semua itu untuk membangun, bukan menjatuhkan.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hidup sehati sepikir bukan berarti hidup tanpa perbedaan, tetapi hidup dalam kesatuan tujuan, yaitu memuliakan Tuhan.
Mari kita:
• Hidup dalam kerendahan hati
• Menghargai satu sama lain
• Mengusahakan damai
• Membangun kesatuan
Jangan biarkan ego merusak persekutuan. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita.
Sebaliknya, jadilah satu tubuh yang kuat di dalam Kristus. Karena ketika kita sehati sepikir, kita bukan hanya membangun hubungan yang baik, tetapi juga menghadirkan kemuliaan Tuhan di tengah dunia. Amin.
Doa : Tuhan yang penuh damai, ajar kami hidup sehati sepikir dalam kasih-Mu. Jauhkan kami dari kesombongan dan perpecahan. Beri kami kerendahan hati untuk saling menerima dan mengampuni. Mampukan kami menjadi pembawa damai dalam persekutuan. Pakailah hidup kami untuk kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Editor : Clavel Lukas