Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah Pantekosta Rut 1:1-22 Ps Grace Awuy, Ada Penebus di Balik Kepahitan

Deiby Rotinsulu • Selasa, 28 April 2026 | 14:22 WIB
Gereja Pantekosta di Indonesia
Gereja Pantekosta di Indonesia

 

Pada masa kelaparan di Betlehem Efrata, Naomi bersama suaminya Elimelek dan kedua anak mereka pergi ke Moab.

Mereka meninggalkan tempat yang Tuhan berikan, untuk mencari keselamatan dengan cara mereka sendiri, karena takut akan kelaparan.

Namun di Moab, keadaan justru semakin memburuk.

Elimelek meninggal, dan kedua anak Naomi juga meninggal.

Tinggallah Naomi bersama kedua menantunya, Orpa (Ofni) dan Rut.

Dalam situasi itu, Orpa memutuskan kembali ke rumahnya, tetapi Rut tetap setia mendampingi Naomi.

Naomi dan keluarganya telah meninggalkan rumah yang Tuhan berikan, dan pergi bukan karena kehendak Tuhan, melainkan karena pemikiran mereka sendiri untuk mencari jalan keluar.

Ketika Naomi akhirnya kembali ke Betlehem, ia pulang dengan keadaan yang sangat berbeda.

Ia kehilangan segalanya, dan hatinya dipenuhi kepahitan.

Baca Juga: Khotbah Pantekosta Roma 5:5 Pdt Miracle Awuy, Makna Ilahi di Balik Peristiwa Dunia

Rut 1:21
"Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memu- langkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menen- tang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatang- kan malapetaka kepadaku."

Rut 1:20
"Tetapi ia berkata kepada mereka: "Jan- ganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku."

Naomi merasa hidupnya sudah habis dan tidak berarti lagi. Ia bahkan mengganti namanya menjadi Mara, yang berarti pahit, karena semua yang ia alami.

Ia berpikir hidupnya sudah selesai. Tetapi bagi Tuhan, kisah hidup Naomi belum berakhir.

Selama masih ada hidup, masih ada pengharapan. Masih ada kesempatan.

Sering kali kita juga berada di titik terendah dalam hidup. Kita merasa ingin menyerah, merasa tidak diperhatikan, dan seolah tidak punya harapan.

Kita berpikir hidup kita sudah selesai. 

Namun bagi Tuhan, hidup kita belum selesai. Cerita hidup kita masih terus Tuhan tulis.

Pada akhirnya, Tuhan tetap menunjukkan kasih dan pembelaan-Nya kepada Naomi.

Rut 4:14
"Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel."

Tuhan memberikan Rut, yang berarti sahabat yang setia. Tuhan juga mempertemukan Rut dengan Boas, seorang penebus.

Ini menjadi gambaran bahwa ada Yesus, Sang Penebus, yang sanggup memulihkan hidup kita. Amin (*)

Editor : Deiby Rotinsulu
#Rut 1:1-12 #Ada Penebus di Balik Kepahitan #Ps Grace Awuy #Khotbah Pantekosta