Efesus 2:14 "Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,"
Firman Tuhan dalam Efesus mengajarkan tentang damai sejahtera yang sejati di dalam Kristus.
Efesus 2:14
“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang elah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, Merubuhkan tembok perseteruan”
Melalui ayat ini, kita belajar bahwa Tuhan menghendaki adanya persatuan, bukan perpecahan. Nilai-nilai yang harus kita hidupi adalah menghargai perbedaan, bekerja sama, suka bergotong royong, mengutamakan kepentingan bersama, toleransi, keharmonisan, rela berkorban, serta memiliki rasa persaudaraan dan kekeluargaan.
Tuhan Yesus telah menjadi teladan dalam semuanya itu.
Namun dalam kenyataan, masih ada orang yang menyukai perseteruan. Ada yang senang melihat orang lain menderita, bahkan mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain.
Kota Efesus pada masanya adalah kota yang maju, dengan gereja yang besar dan kuat. Gereja ini dibangun atas dasar cinta dan kasih. Tidak ada perebutan jabatan, tidak ada perseteruan. Yang ada adalah jabat tangan, kasih, dan persatuan. Karena itu, gereja tersebut mengalami kemajuan yang luar biasa.
Tetapi seiring perkembangan zaman dan masuknya berbagai ajaran yang memaksakan mengikuti arus dunia, mulai timbul perselisihan. Orang merasa paling benar dan paling layak. Tidak lagi ada persatuan dan saling menghargai. Akibatnya, gereja yang dulu maju itu akhirnya menjadi reruntuhan.
Apa artinya “merubuhkan”?
Baca Juga: Khotbah Pantekosta Rut 1:1-22 Ps Grace Awuy, Ada Penebus di Balik Kepahitan
Merubuhkan berarti melepaskan kunci, membuka tali, kain kafan, merombak tembok, merubuhkan tembok, menghancurkan tembok, menghentikan permusuhan, meniadakan peperangan, dan membatalkan perseteruan.
Karena itu, kita dipanggil untuk menghentikan permusuhan.
Sejarah juga memberi gambaran nyata melalui runtuhnya Tembok Berlin pada tahun 1989. Tembok ini memisahkan Jerman Timur dan Jerman Barat. Mereka tidak bisa saling berkunjung atau saling menolong. Bahkan, siapa pun yang mencoba menerobos bisa ditembak.
Namun ketika tembok itu dirobohkan, hubungan dipulihkan. Kasih kembali mengalir antara Jerman Timur dan Barat. Mereka bisa saling menolong dan hidup dalam kebersamaan.
Tembok pemisah adalah segala sesuatu yang menghalangi pertemuan, membatasi hubungan, dan memutuskan kasih. Karena itu, tembok tersebut harus dirobohkan supaya kasih dapat dibagikan.
Amin.
Editor : Deiby Rotinsulu