Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Sabtu 2 Mei 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 13:44-52, Bacaan Injil Yohanes 14:7-14

Fandy Gerungan • Rabu, 29 April 2026 | 09:00 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Paskah IV (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 13:44-52

Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.

Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.

Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."

Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.

Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.

Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu.

Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium.

Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 98:1-2-3ab.3cd-4

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.

Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Bacaan Injil Yohanes 14:7-14

Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."

Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve sahabat muda Katolik yang terkasih!, bacaan hari ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Tidak sedikit anak muda yang punya semangat besar, mimpi besar, dan keinginan melakukan hal baik, tetapi sering kali harus berhadapan dengan penolakan, komentar negatif, atau rasa tidak dihargai.

Kadang kita ingin maju, tetapi ada saja yang meremehkan. Kadang kita ingin berubah menjadi lebih baik, tetapi justru ditertawakan. Situasi seperti ini bisa membuat hati lelah dan kehilangan arah.

Paulus dan Barnabas mengalami hal serupa. Mereka datang membawa kabar baik, tetapi tidak semua orang menerima mereka. Ada yang iri, ada yang menolak, bahkan ada yang mengusir mereka. 

Namun mereka tidak berhenti. Mereka tidak membiarkan sikap orang lain mematikan panggilan Tuhan dalam hidup mereka. Mereka tetap melangkah dengan sukacita. Ini pelajaran penting bagi orang muda: jangan biarkan penolakan orang lain menentukan masa depanmu.

Sering kali anak muda terlalu sibuk mencari validasi. Ingin dipuji, diterima kelompok, dianggap keren, atau disukai semua orang. Padahal tidak semua orang akan mengerti perjalanan hidup kita. 

Jika kita terus hidup berdasarkan penilaian orang lain, kita akan mudah goyah. Yesus mengajak kita untuk mengenal Dia lebih dalam, karena ketika kita dekat dengan Tuhan, kita tahu siapa diri kita sebenarnya. Nilai kita tidak ditentukan oleh jumlah pengikut, pujian teman, atau komentar orang, tetapi oleh kasih Tuhan.

Yesus juga mengingatkan bahwa orang yang percaya kepada-Nya akan melakukan karya-karya besar. Artinya, masa muda bukan waktu untuk hidup asal jalan. Masa muda adalah waktu untuk berkarya, bertumbuh, melayani, dan menjadi berkat. 

Anak muda Katolik dipanggil menjadi terang di sekolah, kampus, tempat kerja, media sosial, dan lingkungan pergaulan. Bukan ikut arus gelap dunia, tetapi membawa nilai kasih, kejujuran, dan harapan.

Kalau hari ini kamu sedang merasa ditolak, diremehkan, atau gagal, jangan menyerah. Bisa jadi Tuhan sedang mengarahkanmu ke jalan yang lebih baik. Kalau hari ini kamu merasa bingung, datanglah kepada Yesus. 

Kalau hari ini kamu merasa kecil, ingatlah bahwa Tuhan sering memakai orang muda untuk melakukan hal besar.

Jangan takut menjadi berbeda karena hidup benar. Jangan takut berjalan sendiri demi mempertahankan iman. Jangan takut bermimpi besar bersama Tuhan. 

Karena ketika Tuhan berjalan bersamamu, masa depanmu tidak ditentukan oleh penolakan manusia, tetapi oleh rencana kasih-Nya.

Tetap semangat, tetap setia, dan tetap jadi terang. Tuhan bekerja juga lewat anak muda seperti kamu. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan