MANADOPOST.ID- Sosok Roy Liow semakin diperbincangkan di kalangan pemuda gereja jelang Pemilihan Pimpinan Komisi Pemuda Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) periode pelayanan 2026–2031.
Corporate Lawyer & Legal Consultant yang dalam waktu dekat akan meraih gelar Doktor Ilmu Hukum ini digadang-gadang menjadi salah satu calon terkuat untuk memimpin Komisi Pemuda KGPM.
Roy, yang berasal dari keluarga Liow-Komaling, dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan gereja. Saat ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Komisi Pemuda SAG Sulutteng, Wakil Sekretaris Komisi Pemuda Pucuk Pimpinan KGPM, serta Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Mahasiswa KGPM.
Pengalamannya dalam kepemimpinan juga teruji sejak masa kuliah, saat ia dipercaya menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado. Bekal tersebut menjadi fondasi kuat bagi dirinya untuk terus melayani, khususnya di lingkungan gereja.
Roy mengungkapkan motivasinya maju sebagai calon Ketua Komisi Pemuda. Bukan semata ambisi pribadi, melainkan panggilan iman. Ia ingin membalas kebaikan Tuhan yang dirasakannya melalui jemaat.
“Saya adalah anak gembala yang lahir, diasuh, dibesarkan, dididik, difasilitasi, dijaga, bahkan bisa menjadi advokat dan menempuh pendidikan hingga doktoral karena kebaikan Tuhan lewat bantuan jemaat. Sudah sewajarnya saya membalasnya dengan pengabdian kepada gereja,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran gereja dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Menurutnya, pemuda KGPM harus difasilitasi untuk mengembangkan kompetensi dan talenta yang dimiliki agar mampu bersaing dan memberi dampak positif bagi gereja maupun masyarakat.
Dalam pemilihan yang akan berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Gereja KGPM Sidang Bethel Balirangen, Roy mengusung visi 'Pemuda KGPM untuk Tuhan, Gereja, dan Bangsa'. Visi tersebut dijabarkan melalui sejumlah misi strategis, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan organisasi, serta pemberdayaan potensi pemuda melalui pengembangan talenta.
Selain itu, Roy juga menaruh perhatian pada pentingnya hubungan oikumene dan kerja sama dengan berbagai lembaga mitra. Baginya, pemuda gereja harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas, sekaligus tetap menjalankan tri tugas gereja, yakni bersekutu, bersaksi, dan melayani.
Roy mengajak seluruh pemuda KGPM untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam pelayanan. Ia berharap momentum Pertemuan Raya Pemuda KGPM Tahun 2026 dapat menjadi wadah untuk menyatukan visi dan tujuan.
“Kiranya kita semua ada dalam satu doa dan satu tujuan untuk kemuliaan nama Tuhan, serta terus menjaga keutuhan persekutuan Pemuda KGPM,” kuncinya.(***)
Editor : Tanya Rompas