Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

khotbah Pantekosta Mazmur 23:4 Pdt Yesaya G Ginting, Tuhan yang Hadir di Lembah Kekelaman

Deiby Rotinsulu • Rabu, 29 April 2026 | 15:27 WIB
Gereja Pantekosta di Indonesia
Gereja Pantekosta di Indonesia

 

Hari ini kita diingatkan tentang satu kebenaran penting: Tuhan selalu hadir (God present) dalam setiap musim kehidupan kita.

Dunia mengenal hari kasih sayang seperti Valentine’s Day, tetapi kasih dunia memiliki batas.

Berbeda dengan kasih Allah—kasih-Nya tidak terbatas, tidak bersyarat, dan tidak pernah habis bagi setiap kita.

Firman Tuhan dalam Mazmur 23:4 berkata:
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

Ayat ini menunjukkan sebuah realita hidup yang tidak bisa dihindari, yaitu lembah kekelaman. Lembah kekelaman melambangkan masa-masa sulit: kesusahan. penderitaan, bahkan ancaman kematian.

Seperti yang juga digambarkan dalam 2 Timotius 3:1-5, akan ada masa-masa sukar, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bersama.

Sering kali, ketika berada dalam lembah kekelaman, banyak orang memilih untuk menjauh dari Tuhan.

Mereka mencari jalan pintas, berusaha menyelamatkan diri sendiri, bahkan menjadi semakin egois dan mencintai diri sendiri.

Baca Juga: Khotbah Pantekosta Efesus 2:14 Pdt Frangky Rewah, Merubuhkan Tembok Perseteruan

Namun, berbeda dengan orang percaya. Ketika kita berjalan bersama Tuhan, kita tidak pernah sendirian. Penting untuk diingat: kita berjalan melewati lembah kekelaman, bukan tinggal di dalamnya.

Jika kita tetap berjalan di jalur Tuhan (on the track), maka di depan kita sudah tersedia padang rumput yang hijau—tempat pemulihan dan berkat.

Memang, tidak ada seorang pun yang ingin masuk ke dalam lembah kekelaman.

Tetapi hidup ini adalah perjalanan memikul salib setiap hari. Ada waktu-waktu tertentu, suka atau tidak, kita akan melewati masa-masa gelap tersebut.

Hal terpenting adalah ini: Tuhan berjalan bersama kita, baik dalam suka maupun duka. Di dalam lembah kekelaman, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Lalu, bagaimana sikap kita di tengah bahaya?

Mazmur 23:4 mengajarkan tindakan iman:
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya,”

Daud tidak takut, bukan karena situasinya mudah, tetapi karena ia percaya bahwa Tuhan menyertainya.

Dari sini kita belajar bahwa sumber keberanian sejati bukan berasal dari diri kita sendiri, melainkan dari penyertaan Tuhan.

Kita berani menghadapi apa pun, karena Tuhan ada bersama kita. Amin (*)

Editor : Deiby Rotinsulu
#Mazmur 23:4 #Pdt Yesaya G Ginting #Khotbah Pantekosta