Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Rabu 6 Mei 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 15:1-6, Bacaan Injil Yohanes 15:1-8

Fandy Gerungan • Selasa, 5 Mei 2026 | 14:42 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Paskah Ke V (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 15:1-6

Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan."

Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.

Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.

Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.

Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."

Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 122:1-2,3-4a.4b-5

Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."

Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,

ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan Injil Yohanes 15:1-8

"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus 

Renungan 

Salve Sahabat Muda Katolik dalam kehidupan beriman, kita sering dihadapkan pada berbagai pandangan dan cara berpikir yang berbeda. Perbedaan itu kadang menimbulkan kebingungan, bahkan dapat memicu perdebatan. 

Namun, dari pengalaman Gereja awal, kita belajar bahwa setiap persoalan tidak diselesaikan dengan emosi atau keinginan pribadi, melainkan melalui kebersamaan dan keterbukaan untuk mencari kehendak Tuhan.

Iman sejati tidak diukur dari seberapa banyak aturan yang kita jalankan, tetapi dari seberapa dalam kita mengenal dan mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. 

Ada kalanya kita terjebak dalam rutinitas rohani, menjalankan kewajiban tanpa sungguh menghidupi maknanya. Akibatnya, iman terasa kering dan kehilangan daya hidup.

Melalui Injil hari ini, kita diingatkan bahwa hidup kita bagaikan ranting yang bergantung pada pokoknya. Kita tidak dapat menghasilkan apa-apa jika terpisah dari Tuhan. 

Dialah sumber kekuatan, pengharapan, dan kehidupan kita. Tanpa hubungan yang erat dengan-Nya, segala usaha kita akan terasa sia-sia.

Sebaliknya, ketika kita tetap tinggal dalam Tuhan, hidup kita akan menghasilkan buah. Buah itu tampak dalam sikap hidup sehari-hari: kesabaran dalam menghadapi kesulitan. 

Kerendahan hati dalam keberhasilan, serta kasih yang tulus kepada sesama. Semua itu bukan hasil kemampuan kita semata, melainkan karena kita hidup dalam Tuhan.

Namun, untuk menghasilkan buah yang baik, kita juga perlu melalui proses pembentukan. Terkadang Tuhan mengizinkan kita mengalami kesulitan, kekecewaan, atau kegagalan. 

Hal itu bukan untuk melemahkan, melainkan untuk memurnikan dan menumbuhkan kita agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita kembali merefleksikan hidup kita. Apakah kita sungguh-sungguh hidup dalam Tuhan, atau hanya menjalankan iman sebagai kebiasaan semata?.

Semoga kita senantiasa tinggal dalam Tuhan, sehingga hidup kita tidak hanya bertumbuh, tetapi juga menghasilkan buah yang membawa berkat bagi banyak orang. (*)

 

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan