Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

RHK GMIM Senin 11 Mei 2026, 1 Korintus 1:19-21 Hikmat Dunia Yang Gagal Menemukan Allah

Aprilia Sahari • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:01 WIB
Logo GMIM
Logo GMIM

RHK GMIM Senin 11 Mei 2026

1 Korintus 1:19-21

(19) Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." 
(20) Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 
(21) Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan  mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Banyak keluarga Kristen saat ini lebih percaya pada teori psikolog modern, kata motivator atau tokoh sukses dunia dari pada firman Tuhan. 

Tentu tidak salah belajar dari pengalaman orang lain, tetapi masalahnya adalah ketika kita menggantikan firman Tuhan dengan hikmat dunia sebagai sumber utama hidup.

Paulus mengingatkan bahwa dunia, dalam segala hikmatnya, gagal mengenal Tuhan Allah. 

Dengan mengutip Yesaya 29:14, dia mengatakan bahwa Tuhan Allah akan membinasakan hikmat orang berhikmat dan menolak akal budi orang yang berakal budi.

Itu artinya, ketika manusia berpikir bisa menyelamatkan dirinya sendiri dengan logika dan filosofi, dia sedang menjauh dari Tuhan Allah. 

Hikmat dunia tidak mampu untuk menembus kedalaman rencana keselamatan Tuhan Allah. 

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Dalam keluarga, kita sering menghadapi masalah yang membuat kita tergoda mengandalkan logika dalam masalah keuangan, pendidikan anak, konflik relasi suami-isteri, kakak-adik dan sebagainya. 

Tapi renungan ini mengajak kita untuk kembali kepada dasar percaya bahwa hikmat Tuhan Allah lebih tinggi dari segala pengertian manusia.

Tuhan Allah berkenan menyelamatkan manusia melalui pemberitaan yang bagi dunia tampak "bodoh", yaitu Injil.

Artinya, kita tidak butuh kehebatan manusia untuk mengenal Tuhan Allah, tapi butuh iman. 

Dan iman itu datang dari mendengar firman Tuhan Allah. 

Sebagai keluarga kristen, mari kita biasakan bersandar pada firman Tuhan. 

Jadikan Alkitab sumber hikmat utama.

Sebelum mendengar motivasi dunia, dengarkan suara Tuhan Allah.

Hikmat dunia mengajarkan: "Anak harus diberi kebebasan total."

"Kalau pasanganmu tidak membuatmu bahagia, cari yang lain."

"Keberhasilan itu dilihat dari harta dan status." 

Tetapi Firman Tuhan berkata: "Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat." 

"Cinta sejati itu memberi, bukan menuntut."

"Kehidupan yang bermakna adalah hidup yang setia, sekalipun dalam penderitaan." Amin. 

Doa: Ya Bapa, dunia ini penuh dengan suara dan nasihat yang terdengar bijak. Tapi kami ingin mengenal suara-Mu. Bimbinglah kami untuk hidup dalam hikmat-Mu, bukan hanya dalam pengetahuan. Jadikan rumah kami tempat di mana iman lebih tinggi dari logika, dan salib Yesus Kristus menjadi pusat harapan kami. Dalam nama Yesus Kristus. Amin. 

Baca Juga: MTPJ GMIM 10-16 Mei 2026, 1 Korintus 1:18-2:5 Iman Kamu Jangan Bergantung Pada Hikmat Manusia, Tetapi Pada Kekuatan Allah

Baca Juga: RHK GMIM Minggu 10 Mei 2026, 1 Korintus 1:18 Salib: Kebodohan Atau Kekuatan Allah?

Editor : Aprilia Sahari
#RHK GMIM Senin 11 Mei 2026 #RHK #GMIM #Renungan GMIM