Syalom,
Manusia dilahirkan dengan dorongan untuk menegaskan diri. Kita ingin memegang kendali, dan sebisa mungkin mencapai keinginan kita. Jika upaya itu tidak berhasil, kita pun menegaskan diri dengan cara menolak atau melawan arus. Dengan kata lain: berontak.
Bangsa Israel mempraktikkan kebebasan, dengan “mengikuti kemauan hati mereka yang bebal dan jahat” (Yeremia 3:17 BIMK). Dengan kata lain: berontak.
Namun, kasih Allah jauh lebih besar. Yesus mati bagi para pemberontak dan membuka jalan bagi mereka untuk kembali. Kita mungkin terlahir sebagai pemberontak, tetapi kita selalu dapat kembali.
Berlarilah kembali kepada Bapa kita, tempat kita menemukan pengampunan, kasih, dan pertolongan-Nya.
Amin.