Bina Remaja GMIM 10-16 Mei 2026
Bacaan Alkitab: 1 Korintus 1:18-2:5
Tema: "Iman Kamu Jangan Bergantung Pada Hikmat Manusia, Tetapi Pada Kekuatan Allah"
Kamu percaya pada yang mana : Tuhan yang tidak bisa dilihat oleh mata atau orang yang diakui kepintarannya?
Di Korintus, orang-orang sangat mengagungkan kepintaran.
Mereka terpesona dengan hikmat dan kemampuan bicara yang hebat, sehingga muncul guru-guru rohani favorit.
Bahkan dalam jemaat, orang tidak berpusat pada Kristus melainkan pada mereka yang memberitakan tentang Kristus.
Idolanya bukan Tuhan, tapi manusia.
Ini bahaya besar.
Menghadapi situasi ini, Rasul Paulus mengirimkan surat untuk mengingatkan jemaat bahwa iman kristen tidak dibangun di atas apa yang terdengar pintar atau tampak keren, melainkan berdasar pada Yesus Kristus yang mati disalib demi menebus dosa manusia dan yang bangkit mengalahkan maut.
Hukuman salib yang bagi manusia adalah kehinaan dan kebodohan, namun bagi Allah itulah jalan penyelamatan manusia.
Salib adalah tanda kasih karunia Allah yang menyelamatkan.
Paulus mengingatkan, Allah tidak bekerja menurut pemikiran manusia.
Ia justru memakai yang sederhana, yang dianggap biasa, yang dipandang bodoh dan tidak keren, untuk menyatakan bahwa bukan kepintaran dan penampilan keren yang membuat orang berkenan pada Tuhan.
Allah menyukai yang rendah hati, tulus, dan taat pada-Nya.
Dalam kelemahan pun orang bisa berhasil jika Allah menyertainya.
Allah melihat hati, bukan apa yang dimiliki.
Hari-hari sekarang ini banyak orang mendengarkan firman Tuhan hanya sebagai motivasi, suka pada khotbah yang lucu, kata-kata menginspirasi, ataupun tokoh rohani yang berkharisma.
Hal seperti ini berbahaya, jika iman bergantung pada manusia, kamu akan kecewa sebab manusia tidak punya kuasa seperti Tuhan.
Manusia bisa jatuh.
Kepintaran manusia ada batasnya.
Hikmat manusia bisa salah.
Firman Tuhan mengingatkan, iman harus berpusat pada Yesus Kristus.
Iman yang demikian akan bertahan meski keadaan tidak baik, akan tetap kuat walaupun tekanan datang, dan tidak akan hilang kendatipun harapan belum terwujud.
Sebab iman yang berakar pada kuasa Allah akan menghasilkan pertumbuhan rohani, bukan sekadar berpenampilan rohani.
Ingat ini, iman tidak diukur pada pengetahuan tentang isi Alkitab, kemampuan berdiskusi teologi atau keaktifan dalam kegiatan gereja saja.
Namun tergambar jelas dalam karakter yang berubah dan berdampak.
Mau hidup benar, rendah hati dan takut Tuhan.
Apa untungnya memiliki iman yang benar?
Iman yang benar membawa orang berkenan di hadapan Tuhan.
Perkenanan Tuhanlah yang mendatangkan berkat dalam hidup.
Jika Tuhan berkenan pada seseorang, kasih karunia-Nya menyertai dan memberi kemenangan.
Ini yang harus kamu lakukan.
Uji setiap hal yang diajarkan.
Apakah sesuai dengan firman Tuhan atau hanya mengikuti tren.
Jangan hanya aktif dalam kegiatan gereja, tapi harus aktif berhubungan dengan Tuhan melalui doa dan firman, lakukan kehendak-Nya.
Hidup rendah hati.
Jika kamu memiliki banyak talenta, harta benda, dan popularitas, lalu karena semua itu kamu menjadi tinggi hati dan bersikap sombong, maka sia-sia semua berkat Tuhan.
Kesombongan akan membawa kamu jatuh.
Semua potensi dan kekayaan materi tidak dapat menyelamatkanmu.
Tuhan membenci orang congkak, tapi Dia mengasihi yang rendah hati. Amin.
Diskusikan beberapa pertanyaan ini.
1. Apa yang sangat mempengaruhi diriku, Firman Tuhan atau pendapat orang?
2. Mana yang lebih penting. Orang melihat iman dan perbuatan atau penampilan fisikku?
3. Aku kristen karena keluarga atau karena aku mengenal Tuhan Yesus?
Editor : Aprilia Sahari