Obor GMIM Sabtu 16 Mei 2026
1 Korintus 2:1-5
(1) Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
(2) Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
(3) Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
(4) Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
(5) supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Sobat Obor, dalam hidup ini pilihan merupakan kepastian.
Pilihan selalu kita hadapi.
Kita tentu punya pengala man iman berkaitan dengan pengambilan keputusan untuk memilih, dan kedepan kita pun tetap akan diharuskan untuk memilih. Pilih satu dari banyak pilihan.
Pilih Dua atau tiga dari sekian banyak pilihan.
Harus pilih satu dari dua pilihan; harus memilih salah satu.
Dimasa lalu kita telah menentukan pilihan dan bisa saja apa yang kita alami sekarang buah dari pilihan-pilihan yang kita ambil di masa lalu.
Kedepan kita juga harus mengambil keputusan dari pilihan-pilihan yang menyapa dalam kehidupan kita.
Sobat obor, Dalam mazmur 1:1-6 ada dua pilihan, tidak ada pilihan ketiga dan tidak bisa tidak menentukan pilihan!
Harus memilih, jalan hidup orang benar atau jalan hidup orang fasik.
Pilihan kita tentu jalan hidup orang benar.
Buahnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Dalam bacaan kita saat ini ada dua pilihan hikmat Allah atau hikmat manusia?
Tentu kita akan memilih hikmat Allah.
Memilih Hikmat Allah melihat pemberitaan tentang salib adalah kekuatan Allah (ayatl8).
Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah (ayat 24).
Tidak memegahkan manusia dan diri sendiri (ayat 26-2:1-5).
Hikmat Allah jauh lebih tinggi dari hikmat manusia.
Bacaan kita hari ini, ayat 25 "sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia."
Bacaan kita dalam 1 Korintus 2:1-5 juga memberikan gambaran tentang Paulus yang memilih hidup dalam hikmat Allah dari pada hikmat manusia bagi Paulus apa yang tampak bodoh menurut hikmat manusia yaitu pemberitaan tentang salib, dan Yesus yang disalibkan, justru lebih berhikmat dan lebih kuat dari hikmat manusia.
Bacaan ini tentu tidak bisa dipisahkan dari ayat ayat sebelumnya.
Bagi orang Yahudi Mesias yang disalibkan adalah batu sandungan dan bagi orang bukan Yahudi salib adalah kebodohan, tidak masuk logika, tetapi bagi untuk mereka yang dipanggil, baik Yahudi Maupun bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Sobat obor mana yang kita pilih? Amin
Baca Juga: RHK GMIM Sabtu 16 Mei 2026, 1 Korintus 2:1-5 Iman Yang Berdiri Di Atas Kekuatan Allah
Editor : Aprilia Sahari