RHK GMIM Minggu 17 Mei 2026
Ibrani 1:5
(5) Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?"
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai orang percaya tentu kita mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan, Anak Allah yang hidup dan Mahakuasa.
Tetapi masih banyak orang yang menghormati Yesus Kristus sekedar sebagai Guru (Rabbi), Nabi atau tokoh spiritual.
Seolah-olah Yesus Kristus dapat disejajarkan dengan tokoh-tokoh pendiri atau pemuka agama ataupun nabi.
Hal ini juga ditegaskan dalam Ibrani 1:5 bahwa malaikatpun tidak dapat disejajarkan dengan Yesus Kristus sebagai Anak Allah.
Itulah sebabnya dikatakan bahwa Allah sendiri tidak pernah mengatakan bahwa malaikat itu adalah Anak Allah.
Tetapi ayat ini menegaskan bahwa Yesus Kristus lebih tinggi dari malaikat-malaikat.(ayat 4)
Yesus Kristus adalah Anak Allah; suatu posisi yang unik karena Dia bukan ciptaan atau malaikat.
Ini adalah pengakuan ilahi yang menempatkan Yesus Kristus sebagai pusat keselamatan dalam pemerintahan surgawi.
Yesus Kristus lebih tinggi dari malaikat karena tidak ada malaikat yang pernah disebut "Anak" oleh Allah.
Malaikat adalah pelayan, sedangkan Yesus Kristus adalah Raja yang duduk di takhta.
Ini menegaskan bahwa penyembahan dan otoritas hanya layak bagi Yesus Kristus.
Identitas keilahian Yesus Kristus sebagaimana yang di kutip penulis Surat Ibrani dari Mazmur 2:7 dan 2
Samuel 7:14 menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan janji Mesianik.
Dia bukan sekadar manusia pilihan, tetapi Anak Allah yang kekal, yang memiliki hubungan istimewa dengan Bapa.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Apakah kita mengakui Yesus Kristus lebih tinggi dari semua ciptaan yang lain dan menjadi pusat hidup kita?
Apakah kita menyembah Dia sebagai Anak Allah yang kudus dan berdaulat serta mengakui bahwa hanya melalui Dia kita diselamatkan?
Firman Tuhan Allah hari ini, mengajak kita semua sebagai anggota keluarga untuk menyembah Yesus Kristus sebagai Anak Allah.
Penyembahan yang kita lakukan melalui ibadah-ibadah menjadi wujud pengakuan bahwa Dia memiliki otoritas penuh atas hidup kita dan bahwa hanya Dialah Juruselamat dunia.
Karena itu kita harus mengusahakan kehidupan dalam ketaatan kepada-Nya. Amin
Doa: Ya Bapa, kami bersyukur karena Engkau datang sebagai manusia di dalam Anak-Mu Yesus Kristus yang kudus dan kekal. Karena itu berkatilah keluarga kami untuk hidup dalam ketaatan dan pengenalan yang benar akan Engkau. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Editor : Aprilia Sahari