Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik Hari Jumat 15 Mei 2026, Bacaan I  Kisah Para Rasul 18:9-18, Bacaan Injil Yohanes 16:20-23a

Fandy Gerungan • Rabu, 13 Mei 2026 | 15:31 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Paskah Ke VI (Warna Liturgi Putih)
 
Bacaan I Kisah Para Rasul 18:9-18

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.”

Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka: “Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat.”

Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: “Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.”

Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan. Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.

Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mzm. 47:2-3, 4-5, 6-7

Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya.

Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!

Bacaan Injil Yohanes 16:20-23a

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.

Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, Dalam perjalanan hidup, kita sering berhadapan dengan situasi yang tidak mudah. Ada saat-saat di mana usaha kita tidak dihargai, niat baik disalahpahami, bahkan kebenaran justru ditolak.

Pengalaman seperti ini dapat membuat kita merasa lelah, takut, dan ingin berhenti. Pengalaman Rasul Paulus dalam bacaan hari ini mencerminkan realitas tersebut. Ia menghadapi penolakan dan tekanan, bahkan harus berhadapan dengan pengadilan. 

Namun di tengah situasi yang menegangkan itu, Paulus tetap bertahan dan melanjutkan pelayanannya. Ia tidak menyerah, karena ia percaya bahwa Tuhan menyertainya.

Keyakinan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam hidup beriman: kesadaran bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian. Tuhan hadir, bahkan dalam keadaan yang paling sulit sekalipun. Ia melihat perjuangan kita dan mengetahui setiap beban yang kita tanggung.

Dalam Injil, Yesus juga mengajak kita untuk memahami bahwa kesedihan adalah bagian dari hidup manusia. Akan ada saat di mana kita merasa berdukacita, kehilangan, atau kecewa. 

Namun Yesus tidak berhenti pada kenyataan itu. Ia memberikan harapan bahwa dukacita tidak akan berlangsung selamanya. Akan tiba saatnya kesedihan itu berubah menjadi sukacita.

Gambaran tentang seorang ibu yang melahirkan mengajarkan bahwa rasa sakit sering kali menjadi jalan menuju kehidupan baru. Demikian pula dalam hidup kita. 

Pengalaman yang menyakitkan dapat menjadi proses yang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih matang, dan lebih percaya kepada Tuhan.

Bagi orang muda, pesan ini sangat relevan. Di tengah pencarian jati diri, tekanan sosial, dan berbagai tantangan hidup, kita mudah merasa goyah. Namun justru dalam proses itulah Tuhan sedang berkarya. 

Ia membentuk karakter, menumbuhkan iman, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Karena itu, ketika menghadapi kesulitan, janganlah segera putus asa. Tetaplah melangkah dengan iman. 

Percayalah bahwa setiap air mata yang jatuh tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan. Ia mampu mengubahnya menjadi sukacita yang sejati sukacita yang tidak tergantung pada keadaan, melainkan berakar pada kasih-Nya yang setia.

Semoga kita mampu menjalani setiap proses kehidupan dengan penuh harapan, sambil terus percaya bahwa Tuhan selalu menyertai dan menuntun langkah kita menuju kebaikan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan