Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Umat Katolik Hari Minggu 17 Mei 2026; Minggu Paskah Ke VII Hari Minggu Komunikasi Sedunia 

Fandy Gerungan • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:24 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Hari Minggu Paskah Ke VII (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 1:12-14

Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang.

Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 27:1,4,7-8a

Refrain: Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup

Dengarlah, ya Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Wajahmu kucari, ya Tuhan, seturut firman-Mu, “Carilah wajah-Ku!”

Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?

Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: Diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.

Bacaan II 1Petrus 4:13-16

Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Bacaan Injil Yohanes 17:1-11a.

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Saudara/i ada masa-masa dalam hidup ketika kita merasa berada di antara harapan dan ketidakpastian. Kita tahu Tuhan ada, tetapi kita belum melihat jalan yang jelas di depan. Perasaan seperti itulah yang dialami para murid setelah Yesus naik ke surga. 

Mereka tidak langsung bergerak dengan kekuatan besar atau keberanian luar biasa. Mereka berkumpul, berdoa, dan menantikan tuntunan Tuhan bersama-sama.

Hal yang menarik adalah mereka tidak berjalan sendiri-sendiri. Mereka tetap sehati. Mereka saling menguatkan dalam doa bersama Maria dan para pengikut lainnya. 

Dari situ kita belajar bahwa iman tidak bertumbuh dengan baik dalam kesendirian. Tuhan menghadirkan komunitas agar kita bisa saling menopang ketika hati lemah, bingung, atau takut.

Di zaman sekarang, banyak orang muda merasa harus menghadapi semuanya sendiri. Masalah keluarga, tekanan masa depan, kegagalan, rasa minder, bahkan pergumulan iman sering dipendam sendirian. 

Padahal, Tuhan tidak pernah menciptakan kita untuk berjalan sendiri. Ada kekuatan besar ketika kita mau membuka hati, berdoa bersama, dan saling mendukung dalam komunitas yang baik.

Bacaan kedua juga mengingatkan bahwa menjadi pengikut Kristus tidak selalu mudah. Akan ada saat di mana kita dianggap aneh karena memilih hidup benar. 

Ada yang mungkin menertawakan iman kita, meremehkan prinsip hidup kita, atau bahkan menjauh karena kita tidak ikut arus dunia. Namun penderitaan karena mempertahankan kebaikan bukanlah sesuatu yang sia-sia. Justru di situlah iman dimurnikan.

Kadang orang muda takut menunjukkan identitasnya sebagai pengikut Kristus. Takut dianggap kuno, terlalu rohani, atau berbeda dari lingkungan sekitar. Akibatnya, banyak yang akhirnya memilih diam demi diterima. 

Tetapi Tuhan memanggil kita bukan untuk menjadi sama dengan dunia, melainkan menjadi terang di tengah dunia.

Dalam Injil hari ini, Yesus menunjukkan perhatian-Nya yang begitu besar kepada para murid. Ia tahu mereka akan menghadapi tantangan setelah ditinggalkan-Nya. 

Karena itu, Ia menyerahkan mereka kepada kasih dan pemeliharaan Bapa. Ini menjadi penghiburan besar bagi kita: Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya berjalan sendirian.

Hidup kekal ternyata bukan hanya soal kehidupan setelah kematian, tetapi dimulai sejak sekarang, yaitu ketika seseorang sungguh mengenal Tuhan dan hidup dekat dengan-Nya. 

Semakin kita mengenal Tuhan, semakin hati kita diarahkan pada damai, kasih, dan tujuan hidup yang benar.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk tetap bertahan dalam iman, tetap setia dalam doa, dan tetap bersatu dalam kasih. Dunia boleh berubah, tantangan boleh datang silih berganti, tetapi orang yang dekat dengan Tuhan akan selalu memiliki harapan.

Semoga kita tidak mudah menyerah saat menghadapi tekanan hidup. Semoga kita berani tetap menjadi pengikut Kristus di mana pun kita berada, dan terus percaya bahwa Tuhan selalu menjaga langkah kita, bahkan di saat-saat yang paling sulit. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #Renungan