Pelita GMIM 17-23 Mei 2026
Bacaan Alkitab: Ibrani 1:5-14
Tema: "Tahta-Mu Ya Allah Tetap Untuk Seterusnya Dan Selamanya Dan Tongkat-Mu Adalah Tongkat Kebenaran"
Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Surat Ibrani merupakan surat yang secara tegas dan berani menyampaikan pesan utama tentang Yesus Kristus sebagai Imam Besar yang lebih tinggi dari malaikat, Musa, dan sistem imamat Perjanjian Lama.
Surat ini ditulis oleh penulis yang tidak disebutkan namanya tetapi memiliki tujuan utama untuk menguatkan iman percaya orang Kristen yang mengalami penganiayaan agar mereka tidak murtad atau meninggalkan Tuhan Yesus.
Latar belakang keyahudiaan jemaat penerima surat Ibrani ini sangat kuat sehingga pesan-pesan yang disampaikan sangat melekat dengan tradisi Perjanjian Lama.
Penulis secara tegas memberikan penjelasan siapa Yesus yang adalah Anak Allah yang taat dan menderita.
Dia lebih tinggi dari malaikat dan nabi-nabi.
Selanjutnya, Yesus adalah Imam yang memiliki kedudukan di atas para imam Perjanjian Lama.
Di dalam Yesus nyata kuasa Allah yang membebaskan manusia dari dosa dan menyelamatkannya.
Yesus sebagai Imam Agung mengaruniakan keselamatan kekal kepada manusia.
Yesus berkuasa atas kerajaan-Nya.
Tema minggu ini semakin mempertegas bahwa Allah di dalam Yesus Kristus berkuasa sepanjang masa, tetap untuk seterusnya dan selamanya serta tongkat-Nya adalah tongkat kebenaran.
Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Perikop Ibrani 1:5-14 merupakan jawaban atas pergumulan yang dihadapi jemaat pada waktu itu.
Ketika mereka bimbang dan nyaris putus asa tentang keyakinan iman mereka, penulis surat Ibrani datang meyakinkan mereka agar tetap teguh dalam keyakinan kepada Yesus.
Yesus tidak dapat disamakan dengan malaikat.
Dia adalah Anak Allah yang menyelamatkan manusia.
Di dalam Dia ada keselamatan dan kerajaan-Nya tidak akan berakhir.
Yesus tidak pernah berubah dari waktu ke waktu, tetap sama selamanya serta memiliki kedudukan terhormat di sebelah kanan Allah Bapa.
Dalam perenungan minggu-minggu sesudah Paskah Yesus Kristus, kita semua terpanggil untuk menghayati keselamatan yang sudah dikaryakan melalui penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya.
Tidak ada yang dapat membantah tentang kemahakuasaan dan kemuliaan Yesus ini.
Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita sebagai orang beriman untuk teguh dalam keyakinan iman, tetap percaya kepada Yesus dalam kondisi apapun.
Tidak ada yang dapat menggantikan posisi dan kedudukan-Nya.
Dialah yang paling utama dalam kehidupan kita sehingga tidak dapat dibandingkan dengan kuasa-kuasa ataupun hal-hal lain.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Dalam keseharian dan aktivitas kita, janganlah terjebak pada kekuasaan ataupun posisi yang fana yang sifatnya temporer.
Kita terjebak pada hal-hal yang menggiurkan tetapi tidak memberikan kepastian dan jaminan dalam kehidupan kita.
Banyak orang terbawa arus karena hidup terjepit dan tertekan.
Padahal kita tahu bahwa arus itu membawa kita pada kebinasaan dan kesia-siaan.
Tekanan dan penderitaan hendaknya membuat kita semakin kuat, bukan sebaliknya kita kehilangan harapan.
Justru di tengah perjuangan dan pergumulan, kita semua diingatkan sebagai Pria/Kaum Bapa untuk tetap menjadi teladan, semakin dekat dengan Tuhan, tetap berpegang kepada Tuhan Yesus.
Dalam perjalanan iman, kita tidak dapat berjalan sendiri.
Kita senantiasa membutuhkan pendampingan dari Kristus yang adalah Imam.
Kristus yang adalah Tuhan di atas segala-galanya.
Hanya Dialah yang dapat menjawab berbagai permasalahan dan persoalan hidup kita, rumah tangga kita, keluarga kita masing-masing.
Ketika kita yakin atas kuasa-Nya maka kita percaya bahwa Yesus sanggup menyatakan kuasa-Nya.
Dia berkuasa atas kehidupan kita, pada masa lalu, sekarang, yang akan datang bahkan sampai selama-lamanya.
Kekuasaan-Nya tidak terbatas dan kekal adanya.
Dengan demikian kita semua terpanggil untuk merefleksikan iman percaya kita dalam kehidupan bersama.
Kita terpanggil untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah dalam keseharian hidup kita yang saling mengasihi, saling menolong, saling menguatkan serta saling mendoakan satu sama lain.
Tuhan Yesus yang kita yakini tidak pernah berubah, dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
1. Apa yang saudara pahami mengenai "Takhta-Mu ya Allah tetap untuk seterusnya dan selamanya dan tongkat-Mu adalah tongkat kebenaran" menurut Ibrani 1:5-14?
2. Bagaimana kita mengimplementasikan kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dalam keseharian hidup kita?